Politik

Pasca Mundur Massal, DPP PSI Minta 13 DPC Semarang Tunggu Proses Islah

×

Pasca Mundur Massal, DPP PSI Minta 13 DPC Semarang Tunggu Proses Islah

Sebarkan artikel ini
dpc psi
Sebanyak 13 DPC PSI Kota Semarang saat menghadiri undangan DPP PSI di Jakarta. (Dok. Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pasca pengunduran diri 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang, para pengurus menghadiri undangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI di Jakarta.

Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Navila Rozaq, menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk itikad baik untuk memenuhi undangan sekaligus menyampaikan langsung persoalan yang terjadi di internal DPD PSI Kota Semarang.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan pengurus DPD dan 13 DPC diterima oleh Wakil Ketua Umum DPP PSI, Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron), serta Ketua DPP Bidang Komunikasi Publik sekaligus Koordinator Juru Bicara DPP PSI, Kokok Herdhianto Dirgantoro (Bro Kokok).

“Tanggal 25 Februari 2026 para pengurus DPD dan 13 DPC menghadiri undangan dari DPP. Saat itu yang menyambut kami adalah Bro Ron dan Bro Kokok. Kami berdialog dan berdiskusi mengenai apa yang sedang terjadi di kepengurusan DPD PSI Kota Semarang,” ujar Hanif saat beritajateng.tv hubungi pada Sabtu, 28 Februari 2026.

BACA JUGA: Misi Kudeta Batakan! PSIS Incar Kemenangan di Kandang Persiba Demi Keluar dari Zona Degradasi Liga 2

Ia menyebut, pertemuan tersebut berlangsung cukup panjang, sekitar lima jam. Dalam forum itu, pihak DPP yang di sebut sebagai utusan Ketua Umum Kaesang Pangarep mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan pandangan dari pengurus DPC maupun DPD.

“Pihak DPP atas utusan dari Ketum Kaesang mendengar dan mencermati uneg-uneg dari kami. Pertemuan berjalan selama kurang lebih 5 jam,” jelasnya.

DPP Akan Jembatani Lewat Islah

Menurut Hanif, dari hasil pertemuan di Kantor DPP PSI Jakarta, pihak DPP menyatakan akan mencoba menjembatani persoalan yang terjadi melalui jalan islah atau rekonsiliasi internal.

“Hasil pertemuan di Kantor DPP PSI di Jakarta, pihak DPP akan mencoba menjembatani dengan jalan islah. Kami diminta menunggu, karena apa yang kita sampaikan akan dikonfirmasi ke pihak-pihak yang kami sebutkan,” katanya.

Hanif menegaskan, kehadiran mereka ke DPP bukan untuk mempertahankan jabatan atau melakukan tekanan politik di internal partai. Fokus utama mereka adalah menyampaikan kondisi yang terasakan di tingkat daerah.

“Kita datang ke DPP guna memenuhi undangan dan menyampaikan apa yang perlu disampaikan. Tidak ada lagi tuntutan guna mempertahankan jabatan kami. Namun, semua keputusan ada di tangan pihak DPP,” tegasnya.

Hanif menyampaikan bahwa ia bersama pengurus yang telah mengundurkan diri, kini memilih menunggu langkah selanjutnya dari DPP PSI. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian konflik internal tersebut kepada pimpinan pusat partai.

BACA JUGA: Geger DPC Mundur Massal, DPW PSI Jateng Ungkap Alasan Ketua DPD Semarang Kena PLT

Meski telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPD, Hanif menekankan bahwa komunikasi dengan DPP tetap terbuka. Juga berlangsung secara formal melalui undangan resmi. Para mantan pengurus DPC berharap ada solusi yang adil dan mampu meredam ketegangan di tubuh partai berlambang gajah tersebut.

Sebelumnya, aksi pengunduran diri massal itu diawali walk out dan mosi tidak percaya dari 13 DPC saat Rakerda dan Sertijab DPD PSI Kota Semarang pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu. Kemudian, 13 DPC tersebut melakukan aksi undur diri massal. Hal ini dengan mengembalikan aset dan plang DPC masing-masing ke kantor DPD PSI Kota Semarang pada Minggu, 22 Februari 2026.

Ketua DPC PSI Semarang Tengah, Teguh Pambudi menegaskan alasan utama pengunduran diri para DPC adalah penunjukan Plt yang menggantikan Bangkit Mahanantiyo tanpa penjelasan dan dasar yang jelas. Ia menilai keputusan tersbeut sebagai bentuk arogansi DPW PSI Jawa Tengah.

“Sejak awal kami mempertanyakan kenapa ketua kami, Bangkit Mahanantiyo, di-Plt-kan tanpa sebab dan alasan yang kuat. Kami menilai itu sebagai bentuk arogansi DPW [Jawa Tengah],” tegasnya usai aksi pada Minggu, 22 Februari 2026.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jateng Antonius Yogo Prabowo, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan DPP sebagai bagian dari evaluasi organisasi sekaligus strategi memperkuat struktur partai di tingkat daerah.

Menurutnya, penunjukan Plt bukan bentuk pemberhentian permanen terhadap ketua sebelumnya, Bangkit Mahanantiyo, melainkan penataan posisi agar kader dapat berkontribusi sesuai kompetensi masing-masing.

“Yang ketuanya kami Plt, itu kami luruskan, Mas Bangkit itu karena beliau pengacara, kami mau apa? Kami minta [Bangkit] gabung di bagian bidang advokasi dan hukum DPW PSI Jateng, di Provinsi,” ujarnya saat beritajateng.tv hubungi melalui panggilan WhatsApp pada Senin, 23 Februari 2026.

BACA JUGA: Misi Keluar Zona Degradasi: Rafinha dan Denilson Beraksi! PSIS Berhasil Curi Tiga Poin dari Kandang Deltras

Yogo menegaskan, pihaknya justru menghargai latar belakang profesi Bangkit sebagai advokat. Sehingga ternilai lebih tepat di tempatkan pada bidang hukum di tingkat provinsi.

“Kami melihat latar belakang beliau. Sebenarnya tidak ada yang dipermalukan, tidak ada yang dibuang semuanya,” katanya.

Lebih lanjut, Yogo menjelaskan bahwa keputusan penunjukan Ari Nugroho sebagai Plt Ketua DPD PSI Kota Semarang berlangsung setelah evaluasi internal bersama DPP. Tujuannya agar organisasi di tingkat kota bisa segera bergerak dan tidak terhambat oleh dinamika yang terjadi. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp