SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah akan melakukan pengamanan di titik-titik rawan kriminal selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fokus pengamanan diarahkan ke lokasi-lokasi keramaian yang berpotensi memicu tindak kejahatan.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyebut titik rawan kriminalitas umumnya berada di lokasi tempat masyarakat berkumpul, seperti kawasan wisata, perayaan Natal, hingga malam pergantian tahun.
“Prinsipnya untuk titik rawan kriminalitas itu adalah di tempat masyarakat berkumpul. Itu menjadi fokus kami, seperti lokasi wisata maupun kegiatan perayaan Natal dan kegiatan malam tahun baru,” ujar Artanto saat beritajateng.tv jumpai di Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Senin, 22 Desember 2025 sore.
BACA JUGA: Polda Jateng Gelar Operasi Lilin 2025 Mulai 20 Desember, Amankan Nataru-Antisipasi Bencana
Ia menambahkan, pengamanan khusus juga dilakukan saat perayaan Natal melalui sterilisasi gereja. Sementara pada malam tahun baru, personel kepolisian akan ditempatkan di sejumlah titik keramaian.
“Untuk perayaan Natal kami lakukan sterilisasi gereja. Kemudian untuk perayaan malam tahun baru, kami tempatkan personel polisi di lokasi-lokasi keramaian,” jelasnya.
Artanto tak menampik potensi tindak kejahatan seperti pencopetan kerap meningkat di tengah keramaian. “Keramaian itu pasti ada hal-hal yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi,” ucapnya.
Polda Jateng gelar patroli malam selama libur Nataru
Selain itu, patroli malam juga akan ditingkatkan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk aksi balap liar yang kerap menimbulkan korban.
“Patroli malam kami tingkatkan juga. Kami selalu koordinasi dengan pemuka atau masyarakat setempat supaya memantau dan menginformasikan melalui call center 110 kalau ada kegiatan balap liar atau gangguan kamtibmas. Polisi segera bertindak,” tegas Artanto.
Ia juga mengimbau masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik agar berkoordinasi dengan aparat kepolisian atau lingkungan sekitar.
BACA JUGA: Polda Jateng Juga Awasi Rumah Kosong Selama Libur Nataru, Pemudik Bisa Titip Motor ke Kantor Polisi
“Bagi pemudik yang meninggalkan rumah, tolong sampaikan kepada pihak kepolisian atau tetangga, sehingga kami bisa memonitor rumah-rumah yang harus kami patroli,” katanya.
Artanto memastikan masyarakat juga boleh menitipkan kendaraan di kantor polisi selama mudik. “Boleh, boleh saja,” ujarnya singkat.
Operasi Lilin Candi 2025 libatkan 27.971 personel, Polda Jateng siagakan 259 pos
Menjelang Nataru, Polda Jawa Tengah juga menggelar Operasi Lilin Candi 2025 yang berlangsung hingga Tahun Baru 2026. Operasi tersebut melibatkan puluhan ribu personel dan ratusan pos pengamanan.
“Kami sudah menyiapkan personel sejumlah 27.971 dan 259 pos yang kami sebar di wilayah Polda Jawa Tengah,” ungkap Artanto.
Menurutnya, penyebaran pos tersebut bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari arus mudik dan balik, perayaan Natal, hingga aktivitas wisata. Selain pengamanan, pos-pos tersebut juga memiliki fasilitas pendukung bagi masyarakat.
“Tiga fokus pengamanan ini kami maksimalkan dengan penempatan personel di lapangan secara all out. Kami memberikan fasilitas berupa layanan kesehatan dan tempat istirahat bagi pemudik yang membutuhkan lokasi istirahat di pos-pos tersebut,” jelas Artanto.
Polda Jawa Tengah juga memastikan tetap ada pemantauan terhadap permukiman yang warga tinggalkan saat mudik agar masyarakat merasa aman.
Sementara terkait kondisi arus lalu lintas, Artanto menyebut peningkatan kendaraan sudah mulai terlihat, meski belum signifikan.
“Kami juga memonitor rumah pemukiman yang warga tinggalkan, sehingga masyarakat yang mudik dan balik merasa aman dan nyaman. Kemarin sudah nampak peningkatan arus lalu lintas, tapi tidak terlalu signifikan. Jalur tol masih normal atau di atas normal,” ujarnya.
Lebih jauh, ia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 24 Desember 2025, sementara arus balik perkiraan meningkat pada 28 Desember 2025.
“Puncaknya perkiraan tanggal 24 dan arus balik nanti tanggal 28. Ini sudah kami persiapkan semaksimal mungkin,” pungkas Artanto. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





