SEMARANG, 20/3 (beritajateng.tv) – Patung Penari Semarangan di Simpang Kaliwiru, Kota Semarang, belum diresmikan. Hingga kini, patung tersebut masih ditutup kain putih.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali memaparkan, seharusnya patung penari tersebut akan diresmikan sebelum Ramadan.
Namun, karena kondisi cuaca di Kota Semarang beberapa waktu lalu tidak mendukung untuk penyelesaian sehingga pengerjaan sempat mundur.
“Mudah-mudahan setelah lebaran nanti bisa ada peresmian,” ucap Ali, Senin (20/3/2023).
Ali menjelaskan, sebelumnya Patung Penari Semarangan itu sudah selesai pengerjaannya.
Hanya saja, dia menilai patung tersebut terlihat menakutkan.
Dia meminta ada perbaikan agar terlihat lebih anggun dan bisa menunjukkan senyum.
“Kemarin saya lihat saja serem, apa ada demitnya? Makannya perbaiki. Saya minta patung tersebut bisa tersenyum dan cantik,” ungkapnya.
Patung setinggi sekira sembilan meter tersebut, beber, Ali, berbeda dengan patung-patung lain di Kota Semarang.
BACA JUGA: Lembaga Kebudayaan Kabupaten Semarang Gelar Pentas Sang Penari, Kreasi Tari dari Puluhan Sanggar
Pihaknya berkoordinasi dengan pihak pencipta patung Tari Semarangan yakni seniman dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk membuat patung yang bisa menari.
Nantinya, patung tersebut bisa berputar seperti layaknya penari. “Nanti, patungnya bisa berputar. Kami pakai mesin otomatis,” ucapnya.
Ali menambahkan, anggaran pembuatan patung penari semarangan tersebut menggunakan anggaran swakelola.
Sementara ini, sudah menelan anggaran Rp 500 juta. Perkiraannya, akan menelan anggaran hampir Rp 1 miliar karena bakal ada selendang dan lain-lain.
Di samping itu, instansi juga melakukan penataan sekitar patung agar menjadi ruang terbuka hijau yang estetik.
“Nanti, perawatannya juga lebih ekstra karena pakai mesin, terutama listriknya harus baik,” imbuhnya. (*)
Editor : Elly Amaliyah





