Jateng

PDAM Semarang Serahkan Konflik PTUN ke Pemkot, Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal

×

PDAM Semarang Serahkan Konflik PTUN ke Pemkot, Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal

Sebarkan artikel ini
PDAM Semarang serahkan konflik PTUN ke Pemkot, Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal
Presscon menanggapi konflik gugatan PTUN yang dilayangkan Direktur PDAM Tirta Moedal Semarang sebelumnya kepada Wali Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menyerahkan sepenuhnya penanganan konflik gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kepada Pemerintah Kota Semarang.

Manajemen PDAM Semaramg menegaskan persoalan gugatan PTUN tersebut berada di luar kewenangan operasional perusahaan.

Direktur Utama Perumda Tirta Moedal, Ady Setiawan, mengatakan gugatan yang mantan direksi ajukan merupakan ranah antara pihak penggugat dengan Wali kota sebagai kuasa pemilik modal.

“Konflik ini berada di luar manajemen PDAM karena merupakan urusan antara Pemkot Semarang dengan pihak ketiga (mantan Direksi). Kami tidak masuk ke ranah itu,” ujar Ady, Kamis 23 April 2026.

Ia menjelaskan, dalam struktur perusahaan daerah, kewenangan terkait kebijakan dan aspek hukum berada di tangan wali kota sebagai kuasa pemilik modal. Karena itu, seluruh proses hukum akan pihaknya serahkan kepada Pemerintah Kota Semarang.

“Wewenang ada di Pemkot. Kami menghormati proses yang berjalan dan akan mendukung jika di butuhkan. Termasuk menyediakan data atau bukti terkait legalitas manajemen,” katanya.

Meski demikian, Ady memastikan polemik hukum tersebut tidak memengaruhi kinerja internal perusahaan. Ia menegaskan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal.

“Perusahaan ini dibentuk untuk melayani masyarakat. Jadi kami tetap fokus pada tugas utama, memastikan kebutuhan air minum warga terpenuhi tanpa gangguan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh spekulasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap layanan publik.

“Kami tidak ingin muncul opini yang justru mengganggu pelayanan. Semua jajaran sudah berkomitmen menjaga layanan tetap optimal,” ujarnya.

Ady menambahkan, seluruh lini pelayanan, mulai dari distribusi air hingga pengaduan pelanggan, tetap beroperasi selama 24 jam. Menurutnya, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menurunkan kualitas layanan karena persoalan di luar teknis.

BACA JUGA: Menang di PTUN, Direksi PDAM Semarang Periode 2024-2029 Minta Pemulihan Jabatan

Selain menjaga pelayanan, Perumda Tirta Moedal juga terus melakukan inovasi. Salah satunya melalui pengembangan energi hijau dengan memanfaatkan aliran air Waduk Jatibarang sebagai sumber pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

“Kami mengembangkan energi alternatif dari air untuk efisiensi operasional sekaligus mendukung program ramah lingkungan,” jelasnya.

Perusahaan juga melakukan pembaruan jaringan pipa guna menekan tingkat kehilangan air akibat kebocoran, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Genuk.

Di tingkat internasional, PDAM Tirta Moedal dijadwalkan menjadi pembicara dalam forum global yang mempertemukan ratusan pemimpin sektor air di Madrid, Spanyol.

“Kami akan berbagi pengalaman terkait konservasi dan keberlanjutan air minum. Ini menjadi bukti bahwa kinerja PDAM tetap diakui,” katanya.

Menghadapi musim kemarau, perusahaan turut menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah armada truk tangki air untuk wilayah rawan kekeringan seperti Tembalang dan Mangunharjo.

“Jika ada gangguan distribusi, kami siap melakukan droping air secara gratis bagi pelanggan,” tegasnya.

Ady menegaskan, apa pun dinamika yang terjadi di luar perusahaan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Prinsip kami jelas, pelayanan publik tidak boleh terganggu. PDAM harus tetap hadir untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp