Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menegaskan, mobil URC bukan sekadar tambahan fasilitas operasional. Melainkan sarana untuk mendorong PDAM memberikan pelayanan yang lebih cepat.
“Ini bukan reward. Ini adalah upaya untuk mendorong PDAM memberikan pelayanan lebih cepat. Maka mereka berikan mobil unit reaksi cepat,” ujar Agustina.
Ia berharap kerja sama dengan pihak Belanda tidak berhenti pada penyediaan kendaraan. Pendampingan dan konsultasi yang menyertai kerja sama itu juga harapannya mendorong peningkatan mutu layanan air minum bagi warga Semarang.
Kehilangan Air di Semarang Utara Capai 60 Persen
Di luar percepatan penanganan pengaduan, PDAM Tirta Moedal juga menghadapi persoalan kebocoran jaringan pipa. Khususnya di zona Semarang Utara yang mencakup Semarang Utara, Semarang Tengah, dan Semarang Timur.
Ia mengungkapkan, sebagian jaringan pipa di kawasan tersebut sudah berusia sangat tua. Kondisi jaringan yang mengalami penurunan posisi sekitar 8-10 meter turut meningkatkan risiko kerusakan dan kebocoran.
Menurut dia, kehilangan air akibat kebocoran fisik di kawasan itu di perkirakan mencapai 60 persen. Untuk mengatasinya, PDAM menyiapkan program peremajaan jaringan dengan kebutuhan pendanaan sekitar Rp1,2 triliun.
“Dengan peremajaan itu, kurang lebih sekitar Rp1,2 triliun. Nanti kita akan bekerja sama dengan investor dari luar yang ada bantuan hibahnya juga. Jadi, hybrid, kombinasi antara investasi dan hibah,” jelasnya.
Program perbaikan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Setelah melakukan penanganan kebocoran nonfisik melalui penertiban dan pembenahan sistem penagihan, PDAM kini mengarahkan perhatian pada perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan.
Ady mencontohkan penanganan jaringan di Kelurahan Kebonharjo. Perbaikan di wilayah itu berlanjut pada penambahan sekitar 500 sambungan rumah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas jaringan berpotensi memperluas pemanfaatan layanan air minum oleh masyarakat.
Meski demikian, keberhasilan program peremajaan tetap membutuhkan pelaksanaan yang terukur. Perbaikan jaringan dan respons cepat terhadap pengaduan pelanggan perlu berjalan beriringan agar gangguan layanan bisa di tekan.





