Jateng

PDAM Tirta Moedal Semarang Luncurkan 3 Mobil URC, Aduan Gangguan Pipa Ditargetkan Tuntas 24 Jam

×

PDAM Tirta Moedal Semarang Luncurkan 3 Mobil URC, Aduan Gangguan Pipa Ditargetkan Tuntas 24 Jam

Sebarkan artikel ini
PDAM Tirta Moedal Semarang Luncurkan 3 Mobil URC, Aduan Gangguan Pipa Ditargetkan Tuntas 24 Jam
Peluncuran mobil taktis URC PDAM Tirta Moedal Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – PDAM Tirta Moedal Kota Semarang meluncurkan tiga mobil Unit Reaksi Cepat (URC) untuk mempercepat penanganan gangguan air bersih yang pelanggan sering alami.

Melalui armada baru ini, perusahaan menargetkan pengaduan terkait pipa berdiameter di bawah empat inci dapat maksimal tertangani dalam waktu 1 x 24 jam.

Peluncuran mobil URC tersebut menjadi salah satu langkah PDAM Tirta Moedal untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap keluhan masyarakat.

Armada ini akan diterjunkan untuk menangani gangguan jaringan yang terhubung langsung dengan sambungan rumah pelanggan.

Kepala PDAM Tirta Moedal Semarang, Ady Setiawan, mengatakan setiap mobil URC akan beroperasi oleh satu regu yang terdiri atas lima personel. Tim tersebut mencakup satu pengemudi dan empat operator yang bertugas menangani gangguan di lapangan.

BACA JUGA: Debit Air Turun 25 Persen, PDAM Semarang Terapkan Sistem Air Bergilir 12 Jam 

“Jadi, yang di bawah empat inci kita akan selesaikan semaksimal mungkin dalam waktu 1 x 24 jam,” katanya seusai peluncuran mobil URC di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Wawan, sapaannya, mobil URC  PDAM Semarang akan berfokus pada gangguan pipa berdiameter di bawah empat inci, terutama jaringan yang langsung terhubung dengan rumah pelanggan.

Sementara itu, kendaraan operasional yang sudah PDAM miliki tetap menangani kerusakan pipa berdiameter lebih besar, termasuk jaringan transmisi dan distribusi utama.

Pembagian tugas tersebut diharapkan membuat penanganan gangguan lebih terarah. Dengan dukungan armada khusus, petugas dapat bergerak menangani keluhan pelanggan tanpa mengganggu pembagian pekerjaan pada jaringan pipa utama.

Tiga Mobil URC Akan Ada di Cabang

PDAM Tirta Moedal berencana menempatkan tiga mobil URC di sejumlah cabang pelayanan. Namun, manajemen masih menyusun pola distribusi armada agar keberadaannya efektif menjangkau wilayah pelanggan yang membutuhkan penanganan cepat.

Pengadaan kendaraan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan WaterWorX, organisasi yang melibatkan perusahaan air minum dari Belanda untuk mendukung pengembangan layanan air bersih.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menegaskan, mobil URC bukan sekadar tambahan fasilitas operasional. Melainkan sarana untuk mendorong PDAM memberikan pelayanan yang lebih cepat.

“Ini bukan reward. Ini adalah upaya untuk mendorong PDAM memberikan pelayanan lebih cepat. Maka mereka berikan mobil unit reaksi cepat,” ujar Agustina.

Ia berharap kerja sama dengan pihak Belanda tidak berhenti pada penyediaan kendaraan. Pendampingan dan konsultasi yang menyertai kerja sama itu juga harapannya mendorong peningkatan mutu layanan air minum bagi warga Semarang.

Kehilangan Air di Semarang Utara Capai 60 Persen

Di luar percepatan penanganan pengaduan, PDAM Tirta Moedal juga menghadapi persoalan kebocoran jaringan pipa. Khususnya di zona Semarang Utara yang mencakup Semarang Utara, Semarang Tengah, dan Semarang Timur.

Ia mengungkapkan, sebagian jaringan pipa di kawasan tersebut sudah berusia sangat tua. Kondisi jaringan yang mengalami penurunan posisi sekitar 8-10 meter turut meningkatkan risiko kerusakan dan kebocoran.

Menurut dia, kehilangan air akibat kebocoran fisik di kawasan itu di perkirakan mencapai 60 persen. Untuk mengatasinya, PDAM menyiapkan program peremajaan jaringan dengan kebutuhan pendanaan sekitar Rp1,2 triliun.

“Dengan peremajaan itu, kurang lebih sekitar Rp1,2 triliun. Nanti kita akan bekerja sama dengan investor dari luar yang ada bantuan hibahnya juga. Jadi, hybrid, kombinasi antara investasi dan hibah,” jelasnya.

Program perbaikan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Setelah melakukan penanganan kebocoran nonfisik melalui penertiban dan pembenahan sistem penagihan, PDAM kini mengarahkan perhatian pada perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan.

Ady mencontohkan penanganan jaringan di Kelurahan Kebonharjo. Perbaikan di wilayah itu berlanjut pada penambahan sekitar 500 sambungan rumah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas jaringan berpotensi memperluas pemanfaatan layanan air minum oleh masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan program peremajaan tetap membutuhkan pelaksanaan yang terukur. Perbaikan jaringan dan respons cepat terhadap pengaduan pelanggan perlu berjalan beriringan agar gangguan layanan bisa di tekan.

HUT ke-115 dengan Khitanan Massal

Peluncuran tiga mobil URC berlangsung bersamaan dengan khitanan massal bagi 115 anak dalam rangka HUT ke-115 PDAM Tirta Moedal.

Kegiatan yang bekerja sama dengan RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro tersebut ditujukan untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

Wawan mengatakan seluruh biaya khitan peserta ditanggung oleh PDAM. Menurutnya, kegiatan sosial itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat yang selama ini mendukung pelayanan air minum di Kota Semarang.

“Ini adalah bentuk kepedulian karena kita sudah banyak di-support oleh para pelanggan dan warga masyarakat Kota Semarang,” katanya.

Wali Kota Agustina juga mengapresiasi kegiatan tersebut karena peringatan hari jadi perusahaan diisi dengan program yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Memasuki usia ke-115, ia berharap PDAM Tirta Moedal terus membenahi pengelolaan, memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Perluasan cakupan layanan juga perlu mendapat perhatian, termasuk melalui pengembangan sumber air dan peluang pemanfaatan kolam retensi. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp