PEMALANG, beritajateng.tv – PT Pegadaian Kanwil XI Semarang memperkuat komitmennya terhadap pendidikan vokasi dengan meresmikan Kelas Industri Sinergi di SMKN 1 Petarukan, Pemalang, Kamis (11/12/2025).
Program ini menjadi langkah nyata dalam konsep Link and Match antara dunia pendidikan dan industri, guna mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di sektor keuangan non-perbankan.
Peresmian dengan pemotongan pita oleh Pemimpin Cabang Pemalang, Purwita Ayu, yang mewakili Pemimpin Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto.
Kelas Industri Pegadaian berfokus pada dua jurusan kunci, yakni Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).
Melalui program ini, siswa tidak hanya menerima pembelajaran berbasis industri tetapi juga praktik kerja melalui Minilab Agen Pegadaian. Serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
BACA JUGA: Harga Emas Naik Tak Surutkan Minat Berinvestasi, Pegadaian: Tabungan Emas Melonjak 300 Persen
Purwita Ayu menyampaikan bahwa Pegadaian ingin berkontribusi lebih jauh dalam peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.
“Kami ingin menyiapkan talenta muda yang kompeten, beretika, dan memahami layanan keuangan modern. Program ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga komitmen sosial kami untuk memperkuat literasi keuangan dan membangun SDM yang adaptif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kelas Industri Pegadaian memungkinkan siswa belajar langsung dari praktisi, sehingga pemahaman mereka terhadap layanan keuangan menjadi lebih aplikatif.
Ayu berharap lulusan SMKN 1 Petarukan dapat memenuhi standar industri dan memiliki kesiapan kerja yang lebih matang.
Melalui Kelas Industri ini, Pegadaian Kanwil XI Semarang menargetkan terciptanya ekosistem pembelajaran yang inklusif, modern, dan relevan dengan kebutuhan industri keuangan non-perbankan.
Program ini diharapkan menjadi alternatif pengembangan pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi muda siap kerja dan kompeten.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Petarukan, Djumiko, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai sinergi dengan industri menjadi kunci untuk mencetak lulusan vokasi yang berdaya saing.





