JAKARTA, beritajateng.tv – PT Pegadaian semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia.
Langkah tersebut sejalan dengan program Asta Cita pemerintah yang mendorong penguatan ekosistem bullion nasional dan hilirisasi sektor emas di dalam negeri.
Selama lebih dari 125 tahun, Pegadaian konsisten membangun bisnis berbasis emas. Kini berkembang menjadi perusahaan dengan layanan ekosistem emas terintegrasi paling lengkap di Indonesia.
Transformasi Pegadaian tidak hanya mengubah model bisnis perusahaan, tetapi juga menggeser pola investasi masyarakat.
Jika sebelumnya Pegadaian terkenal melalui layanan gadai konvensional. Kini perusahaan menghadirkan berbagai produk investasi emas yang lebih modern dan mudah di akses.
Produk tersebut meliputi Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas, hingga perdagangan emas fisik melalui anak usaha PT Pegadaian Galeri 24.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan Pegadaian telah menjadi pionir investasi emas jauh sebelum konsep bullion bank populer di Indonesia.
“Pegadaian hadir sebagai first mover investasi emas melalui Tabungan Emas dan Cicil Emas. Kami ingin investasi emas bisa seluruh lapisan masyarakat jangkau, bahkan mulai dari Rp10 ribu,” ujar Damar.
BACA JUGA: Pegadaian Gelar Gadepreneur 2026 di Semarang, 360 UMKM Didorong Naik Kelas dan Go Digital
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian dalam beberapa tahun terakhir justru meningkatkan minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen safe haven atau aset pelindung nilai.
“Hingga April 2026, total kelolaan ekosistem emas Pegadaian mencapai sekitar 145 ton. Untuk Tabungan Emas saja saat ini sudah lebih dari 20 ton dengan valuasi lebih dari Rp51 triliun,” jelasnya.
Selain itu, outstanding loan (OSL) produk Cicil Emas juga mencatat pertumbuhan signifikan hingga 152,79 persen secara year on year dengan nilai mencapai Rp13,85 triliun per April 2026.
Sebagai pengelola layanan Bank Emas, Pegadaian kini memiliki empat layanan utama yang menyasar nasabah ritel maupun korporasi.





