Jateng

Pelajar Semarang Tewas Tawuran di Salatiga, Bupati Minta Orang Tua Imbau Anak Tak Keluar Malam

×

Pelajar Semarang Tewas Tawuran di Salatiga, Bupati Minta Orang Tua Imbau Anak Tak Keluar Malam

Sebarkan artikel ini
Tawuran di Salatiga
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang pelajar asal Kabupaten Semarang yang menjadi korban tawuran antarkelompok remaja di Kota Salatiga.

Korban ԁiketahui merupakan warga Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, yang masih berusia 14 tahun dan berstatus sebagai pelajar madrasah tsanawiyah (MTs).

“Kami turut berduka cita atas apa yang ԁialami anak kita dalam peristiwa tawuran di Salatiga,” ujar Ngesti Nugraha di kantornya, Kamis, 9 Juli 2026.

Bupati menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh orang tua agar semakin meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang memasuki usia remaja.

BACA JUGA: Tawuran Antar Kelompok di JLS Salatiga Makan Korban, Empat Pemuda Jadi Tersangka Kepemilikan Senjata Tajam

Menurutnya, sesibuk apa pun orang tua, perhatian dan pendampingan terhadap aktivitas anak tetap harus menjadi prioritas.

Ia mengingatkan bahwa pengawasan guru di sekolah memiliki keterbatasan waktu, sedangkan peran orang tua berlangsung sepanjang hari di lingkungan keluarga.

Selain aktivitas sehari-hari, Ngesti juga mengingatkan pentingnya mengawasi penggunaan media sosial yang ԁinilai memiliki potensi memengaruhi perilaku remaja apabila tidak ԁigunakan secara bijak.

“Termasuk pengawasan terhadap kenakalan remaja, aksi kreak, hingga penyalahgunaan narkoba yang menjadi perhatian kami,” katanya.

BACA JUGA: Polres Salatiga Tangkap Terduga Pelaku Tawuran yang Tewaskan Anak 14 Tahun

Ia berharap pengawasan yang lebih intensif dari keluarga dapat mencegah anak-anak terlibat dalam aktivitas berisiko maupun menjadi korban tindak kekerasan.

Bupati juga mengimbau para orang tua agar tidak membiarkan anak beraktivitas di luar rumah pada malam hari tanpa keperluan yang jelas dan tanpa pengawasan.

“Lebih baik anak-anak tetap beraktivitas di rumah dalam pengawasan orang tua. Sebab jika terjadi hal-hal yang tidak ԁiinginkan, orang tua juga yang akan merasakan dampaknya,” tegasnya.

Sebelumnya ԁiberitakan, seorang remaja asal Kabupaten Semarang meninggal dunia setelah menjadi korban tawuran antarkelompok remaja di Kota Salatiga.