Pendidikan

Pelajar SMP di Semarang Tewas Bunuh Diri, Disdik Ajak Guru Lebih Peka

×

Pelajar SMP di Semarang Tewas Bunuh Diri, Disdik Ajak Guru Lebih Peka

Sebarkan artikel ini
siswa semarang depresi // bunuh diri
Ilustrasi pria stres. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang siswa SMP di Kota Semarang meninggal dunia usai bunuh diri. Dugaan kuat, ia mengakhiri hidupnya karena mendapat teguran usai minum minuman keras.

Menanggapi soal insiden siswa tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Aloysius Kristiyanto menyatakan rasa duka mendalam. Ia mengimbau untuk para guru agar lebih bersahabat dan terbuka dengan para murid.

“Kami sudah sering menyampaikan ke kepala sekolah, bapak ibu guru untuk senantiasa lebih perhatian kepada anak-anak, komunikasi lebih baik,” kata Kristiyanto saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 8 Januari 2025.

Kristiyanto menyebut, perhatian dan komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat menciptakan kondisi yang harmonis di antara keduanya. Selain itu juga menciptakan keterbukaan.

BACA JUGA: Berteduh usai Pulang Sekolah, 6 Siswa SMP Brebes Tersambar Petir, 2 Meninggal 

Dengan begitu, siswa tidak mudah mengambil keputusan yang salah saat menghadapi masalah dan guru dapat memposisikan dirinya sebagai pihak yang memberikan solusi.

“Kuncinya membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak sehingga keterbukaan itu menjadi sarana untuk bisa membantu menyelesaikan masalah yang anak-anak hadapi,” sambungnya.

Lakukan pendampingan melalui RDRM

Lebih lanjut, Kristiyanto menyebut jika pihaknya sebenarnya telah melakukan pendampingan dalam pembentukan karakter siswa melalui Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM).

Harapannya, siswa bisa mendapatkan pelayanan terkait kesehatan psikologis secara berkala. Sehingga, siswa tidak mudah mengambil keputusan yang salah saat menghadapi masalah.

“Kerjasama dengan RDRM dan sekolah untuk senantiasa menumbuhkan karakternya, supaya mereka bisa lebih hati-hati dalam melangkah dan jangan sampai terulang lagi,” beber dia.

Terkait alasan korban nekat mengakhiri hidupnya usai ditegur, Kristiyanto mengaku baru mengetahui dari berita yang beredar. Sementara berdasarkan informasi dari sekolah, korban merupakan siswa yang baik.

BACA JUGA: Hidung Mengeluarkan Busa, Begini Kronologi Mahasiswa Meninggal dalam Kos di Tembalang Semarang

Kendati demikian, ia memastikan jika Dinas Pendidikan akan berusaha keras agar kejadian ini tidak terulang di masa depan.