Ia menekankan bahwa pendekatan terbaik dalam situasi ini adalah ketenangan, doa, kebersamaan, serta komunikasi yang baik antara jamaah dan penyelenggara.
BACA JUGA: Ikuti Manasik, 785 Calon Jemaah Haji Asal Blora Siap Berangkat Awal Mei 2026
“Bukan emosi ataupun saling menyalahkan. Mari sama-sama kita memperbanyak doa pada bulan baik ini. Semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran niat suci kita dalam melaksanakan umrah sesuai jadwal,” tuturnya.
Terkait jumlah jamaah yang mengalami penundaan keberangkatan maupun yang saat ini masih berada di Tanah Suci dan belum bisa kembali ke Indonesia, Abdullah menyebut pihaknya masih melakukan pendataan.
“Kami sudah menyebar link data, saat ini data belum terkumpul,” ungkapnya.
Pemerintah Indonesia Imbau Tunda Keberangkatan Umrah
Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau jamaah umrah yang terjadwal berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta pada Minggu, 1 Maret 2026.
Pemerintah juga meminta jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta PPIU.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar dapat menampung jemaah yang tertunda kepulangannya di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” lanjutnya.
Pemerintah juga menegaskan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada sumber resmi guna menghindari keresahan.





