SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah video viral di media sosial menampilkan spanduk bertuliskan “tanah sengketa” yang terpasang di area wisata Santosa Stable & Resort, kawasan perbatasan Semarang – Boja.
Unggahan video melalui akun TikTok @ivansantosa itu sontak menuai perhatian warganet dan menimbulkan beragam spekulasi.
Namun, Anna Santosa, pemilik resmi Santosa Stable & Resort, membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa video dan spanduk itu merupakan bentuk fitnah yang anak kandungnya sendiri lakukan.
“Tidak ada sengketa apa pun di Santosa Stable & Resort. Pelaku penyebar fitnah itu adalah anak saya sendiri, Ivan Santosa,” tegas Anna, Selasa, 11 November 2025.
Menurut Anna, tindakan anak sulungnya itu telah mencoreng nama baik keluarga sekaligus menciptakan kegaduhan publik. Ia mengaku kecewa karena tindakan tersebut terjadi dari orang yang seharusnya justru menjaga kehormatan keluarga.
“Cara yang dia lakukan dengan memasang MMT dan menyebarkan fitnah di media sosial telah mencemarkan nama baik saya sebagai ibu dan pemilik tempat wisata ini,” ujarnya.
Anna mengungkapkan, setelah meninggalnya sang suami, Ivan telah menerima uang sebesar Rp25 miliar sebagai bentuk pemberian yang di anggapnya hak waris. Namun, setelah menerima uang tersebut, Ivan justru kembali menuduh bahwa lahan tempat wisata itu merupakan tanah sengketa.
BACA JUGA: Santosa Park & Stable Rekomendasi Wisata Keluarga Terpopuler 2024, Lokasinya Hanya 50 Menit dari Semarang
“Kalau bicara warisan, seharusnya menunggu saya meninggal dulu. Tapi kenyataannya uang sebesar Rp25 miliar sudah saya berikan kepadanya. Setelah itu, malah muncul fitnah baru soal tanah sengketa,” jelas Anna.
Ia menegaskan, dirinya hanya ingin meninggalkan warisan berupa ilmu dan nilai kehidupan, bukan semata harta benda. Karena itu, Anna berencana membawa kasus fitnah tersebut ke ranah hukum agar ada kejelasan dan efek jera bagi pihak-pihak yang terlibat.
“Saya akan menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku. Dan untuk siapa pun yang ikut terlibat, saya beri peringatan keras,” katanya.





