Pemkot Berencana Terapkan Teknologi Metaverse di Mal Pelayanan Publik Semarang

Mall Pelayanan Publik Kota Semarang. /Foto: Ellya.

Semarang, 9/12 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana menerapkan teknologi berbasis metaverse pada layanan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berlokasi di Mangkang Semarang.

Metaverse adalah dunia virtual yang diciptakan oleh konvergensi teknologi digital dan dunia fisik. Dengan adanya teknologi metaverse ini diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan dan pengurusan perizinan di Kota Semarang secara virtual.

Melalui representasi 3D, pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dan dengan objek digital dengan cara yang realistis.

Rencana penerapan metaverse dalam pelayanan Mal Pelayanan Publik disampaikan Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Menurutnya, perizinan melalui metaverse merupakan satu-satunya di Indonesia. Metaverse dikembangkan karena memiliki potensi untuk menjadi platform baru untuk interaksi sosial, perizinan, perdagangan hingga hiburan.

Teknologi metaverse juga menjadi wujud program reformasi birokrasi untuk memantik penanaman investasi.

“Kami ingin memudahkan dalam hal perizinan, jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke MPP. Untuk itu inovasi metaverse akan diterapkan di MPP,” imbuh Plt Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Widoyono, inovasi terus dilakukan guna memberi layanan ke masyarakat tak terkecuali melalui dunia virtual.

Lewat teknologi tersebut, 160 jenis layanan dan 50 tenant yang ada di MPP Kota Semarang bisa diakses melalui dunia metaverse.

Dunia metaverse akan memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan perizinan tanpa harus datang ke MPP.

“Tinggal duduk di rumah dan mengakses layanan tersebut, jadi tidak perlu repot-repot datang secara langsung ke MPP,” katanya, Jumat (9/12/2022).

Dipaparkannya, hingga kini gagasan tersebut masih dalam pengembangan oleh tim IT yang dibentuk Pemkot Semarang.

Meski masih dalam pengembangan, Widoyono menargetkan sistem metaverse sudah bisa diakses masyarakat pada 2023.

Tak hanya melalui virtual 3D, layanan perizinan online di MPP juga bisa diakses masyarakat.

“Namun berbeda, kalau layanan online seperti biasa dan satu-persatu. Tapi melalui metaverse semua bisa diakses seperti dunia nyata, hanya saja dalam bentuk virtual 3D,” katanya. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan