Dia berharap bantuan yang diberikan tidak berupa uang namun bisa makanan agar langsung didistribusikan kepada anak-anak yang mengalami stunting.
“Bantuan dari swasta boleh diterima, jangan berupa uang tapi makanan, susu, dicatat didistribusikan kepada bayi-bayi,” ucapnya.
Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi menambahkan, Forum Kota Sehat berinisiasi menurunkan angka stunting tidak hanya disupport pemerintah.
Pasalnya, tidak mungkin selama pemberintah memberikan makanan tambahan.
Maka, konsep bergerak bersama ini sangat diperlukan untuk penanganan stunting. Misalnya, di Kelurahan Salaman Mloyo ada bantuan dari masyarakat berupa makanan tambahan dan pendampingan.
“Mereka diajak makan pagi bareng atau makan siang bareng. Prinsipnya, swadaya masyarakat bersama dengan pemerintah menurunkan angka stunting di Semarang,” terang Tia, sapaannya.
Tak hanya penanganan, sambung Tia, pihaknya bersama dinas lain termasuk PKK juga memberikan edukasi mengenai kesehatan dan reprodukso kepada calon pengantin atau calon ibu sebagai upaya pencegahan stunting. (Ak/El)





