Jateng

Pemkot Semarang Bakal Terapkan CCTV AI di Sungai untuk Deteksi Dini Banjir, Sampah dan Sedimentasi

×

Pemkot Semarang Bakal Terapkan CCTV AI di Sungai untuk Deteksi Dini Banjir, Sampah dan Sedimentasi

Sebarkan artikel ini
Disbudpar Semarang Dinilai Tak Mampu Jangkau Semua Potensi Wisata, Agustina: Perlu Badan Pariwisata
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan terobosan baru dalam upaya pengendalian banjir dan rob dengan merancang pemasangan smart CCTV berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sejumlah sungai.

Teknologi tersebut berfungsi sebagai sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) untuk memantau kondisi sungai secara real time.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan smart CCTV ini bertujuan untuk membantu mendeteksi lebih cepat potensi banjir, tumpukan sampah, hingga sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air.

“Kami dapat masukan dari Prof. Safrudin, membuat aplikasi AISSA (AI Solusi Sampah), tapi layak early warning system (EWS) yang akan terpasang di seluruh sungai Kota Semarang,” kata Agustina.

Nantinya, lanjut dia, kamera smart CCTV ini tidak hanya merekam, tetapi juga mampu menganalisis kondisi sungai dan memberikan notifikasi secara otomatis.

“Seperti CCTV AI yang bisa melihat lihat apakah sampah ini penuh atau tidak. Kemudian keluar notifikasi pantauan sepanjang sungai. Nah, ini kita harus koordinasi sama BBWS Pemali Juana,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi tersebut dapat mengenali berbagai kondisi yang berpotensi memicu banjir. Misalnya saat debit air meningkat, terjadi penumpukan sampah, atau muncul endapan sedimen yang mengurangi kapasitas sungai.

“Kalau ada sampah yang mulai menumpuk atau debit air meningkat hingga berpotensi menyebabkan luapan, sistem akan langsung memberikan peringatan. Begitu juga ketika ada sedimentasi yang perlu segera ditangani,” imbuhnya.

BACA JUGA: Trans Semarang Kaji Ulang Rute ke The Park Mall, Respons Permintaan Warga 

Agustina menjelaskan, pengembangan sistem ini membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sejumlah sungai di wilayah Semarang.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting karena informasi dari hulu sungai dapat menjadi indikator awal munculnya potensi banjir di kawasan perkotaan.

“Kami harus berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana karena informasi kondisi sungai dari wilayah atas sangat penting. Dari sana bisa kita ketahui apakah ada potensi kiriman air yang berisiko menimbulkan banjir di Kota Semarang,” jelasnya.

Selain mendeteksi ancaman banjir, teknologi AI juga diharapkan mampu membantu pemerintah mempercepat respons terhadap persoalan lingkungan di sungai. Sistem akan mengirimkan notifikasi otomatis ketika menemukan kondisi yang memerlukan penanganan cepat.

“Konsepnya CCTV ini harus benar-benar smart. AI akan memberi peringatan ketika ada kondisi yang berpotensi menimbulkan masalah sehingga petugas bisa segera bergerak sebelum dampaknya meluas,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkot Semarang masih mengkaji lokasi pemasangan serta kebutuhan infrastruktur pendukung agar sistem dapat berjalan optimal. Salah satu tantangan yang turut menjadi perhatian adalah keamanan perangkat di lapangan.

“Kami juga harus memastikan perangkat yang terpasang aman dan terjaga. Karena itu perlu dukungan semua pihak agar fasilitas ini bisa berfungsi maksimal dan tidak mengalami gangguan,” kata Agustina.

Rencana pemasangan smart CCTV berbasis AI ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Semarang dalam memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sungai di wilayah kota. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp