Jateng

Pemkot Semarang Beri Bantuan Rp20 Juta per Rumah untuk Korban Puting Beliung di Gedawang

×

Pemkot Semarang Beri Bantuan Rp20 Juta per Rumah untuk Korban Puting Beliung di Gedawang

Sebarkan artikel ini
Pemkot Semarang Beri Bantuan Rp20 Juta per Rumah untuk Korban Puting Beliung di Gedawang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyerahkan bantuan stimulan Rp20Juta per rumah warga terdampak Puting Beliung di Gedawang Banyumanik. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah yang terdampak angin puting beliung di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik.

Bantuan ini untuk mempercepat pemulihan hunian bagi warga yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana secara cepat dan tepat sasaran.

“Kami menyiapkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per rumah terdampak. Harapannya, warga bisa segera memperbaiki rumahnya dan kembali beraktivitas normal,” ujar Agustina.

Bencana angin puting beliung yang terjadi pada 30 Maret 2026 mengakibatkan sedikitnya 65 rumah di wilayah RW 02 dan RW 03 mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.

BACA JUGA: Diskon PBB 10 Persen hingga 31 Mei 2026, Kado HUT ke-479 Kota Semarang

Sejak kejadian, Pemkot Semarang langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal. Proses pendataan korban, pembersihan lingkungan, hingga distribusi bantuan darurat seperti sembako, terpal, dan selimut dilakukan secara bertahap.

Agustina menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi hal utama dalam penanganan bencana di Kota Semarang.

“Seluruh jajaran kami wajib bergerak cepat. Begitu ada laporan dari RT atau RW, langsung ditindaklanjuti oleh kelurahan dan perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Selain bantuan stimulan, pemerintah juga melakukan verifikasi data penerima melalui kelurahan dan organisasi perangkat daerah agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Menurut Agustina, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan.

Sejumlah dinas seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan BPBD fokus pada penanganan fisik, sementara Dinas Sosial menangani dampak sosial yang timbul.

“Penanganan tidak hanya berhenti pada bantuan awal, tetapi juga memastikan kondisi sosial warga kembali pulih,” katanya.

Ia berharap langkah cepat yang pemerintah lakukan dapat membantu warga Gedawang segera bangkit dari dampak bencana.

“Mudah-mudahan warga bisa segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah