Pemkot Semarang Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana

BPBD Kota Semarang membantu pembersihan pohon tumbang. /Foto: Ellya.

SEMARANG, 24/12 (BeritaJateng.tv) – Cuaca ekstrem bakal melanda Kota Semarang beberapa hari ke depan, kondisi itu juga telah diprediksi oleh BKMG. Persiapkan menghadapi cuaca ekstrem pun dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Dinas teknis seperti DPU dan Disperkim diminta untuk bersiap menghadapi potensi bencana yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga menginstruksikan pengecekan pompa air yang terpasang di rumah pompa secara berkala.

Mbak Ita sapaan akrabnya mengatakan, pompa yang terpasang harus prima kondisinya. Hal tersebut untuk mengantisipasi tingginya debit air sungai saat hujan melanda Kota Semarang.

“Kalau rusak segera diperbaiki dan jangan sampai BBM habis. Beberapa waktu lalu ada laporan kalau BBM untuk mesin pompa habis, padahal ketika itu debit air sungai tinggi,” jelasnya.

Ia mengaku ketika hujan lebat mengguyur Kota Semarang, banyak masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) tak tenang.

Mereka takut jika air sungai meluap dan menggenangi pemukiman. Untuk itu pengoptimalan pompa air yang tersebar di Kota Semarang wajib dilakukan.

“Bukan hanya masyarakat, saya juga was-was kalau hujan lebat datang. Meski luapan sungai di Kota Semarang tak separah dulu, tapi cuaca ekstrem tetap wajib diantisipasi,” terangnya.

Adapun data dari DPU Kota Semarang, terdapat 16 DAS yang menjadi kewenangan Pemkot Semarang.

Sementara jumlah pompa yang dimiliki Pemkot Semarang mencapai 78 unit. Puluhan pompa itu, terpasang pada 48 rumah pompa dengan total kapasitas 83 ribu meter kubik perdetik.

Rumah pompa tersebut dibagi di empat wilayah, yaitu UPTD Pompa Semarang Tengah 1, UPTD Pompa Semarang Tengah 2, UPTD Pompa Semarang Barat dan Timur. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan