Jateng

Pemprov Jateng-Selandia Baru Jajaki Potensi Kerja Sama, Sektor Energi Baru Terbarukan hingga Pendidikan

×

Pemprov Jateng-Selandia Baru Jajaki Potensi Kerja Sama, Sektor Energi Baru Terbarukan hingga Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Jawa Tengah Selandia Baru
Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula, melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kota Semarang, Senin, 4 Mei 2026. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Selandia Baru melakukan penjajakan peluang kerja sama untuk berbagai sektor.

Hal itu tersampaikan saat Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula, melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kota Semarang pada Senin, 4 Mei 2026.

“Gubernur Jateng berbicara dengan saya mengenai peluang kerja sama di bidang energi baru terbarukan (EBT), sektor agrikultur dan peternakan, juga sektor pendidikan, dan budaya,” kata Philip usai audiensi.

BACA JUGA: Dramatis! Tundukkan Selandia Baru 1-0, Filipina Raih Kemenangan Perdana Usai Sebelumnya Kalah di Piala Dunia Wanita 2023

Pada sektor energi baru terbarukan, Philip menjelaskan, di Selandia Baru telah banyak memanfaatkan energi panas bumi. Sekitar 30 persen tenaga listrik di negara tersebut sudah menggunakan energi panas bumi.

Bahkan, banyak orang Indonesia yang sudah belajar tentang pemanfaatan panas bumi di Selandia Baru melalui berbagai kursus.

Philip menambahkan, penjajakan kerja sama itu juga pada pengembangan ternak sapi perah.

Gubernur Jawa Tengah soal Hubungan dengan Selandia Baru

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, hubungan antara Indonesia dengan Selandia Baru sudah terjalin lama. Secara budaya, dua negara tersebut bahkan memiliki beberapa kosakata yang hampir mirip. Misalnya kata telinga, langit, tangisan, dan sebagainya, sehingga hubungan kedua negara bisa sangat akrab.

“Lebih penting lagi, penduduk Selandia Baru itu sekitar 5 juta jiwa, tetapi ternaknya mencapai 28 juta ekor. Artinya ini peluang bagi kita bagaimana mengembangkan peternakan domba maupun sapi. Sebab program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat memerlukan susu maupun daging,” katanya.

BACA JUGA: Mantan PM Selandia Baru Puji Inisiasi Indonesia dalam Penanganan Perubahan Iklim

Selain itu, pada sektor energi baru terbarukan juga menjadi salah satu prioritas Provinsi Jawa Tengah. Di mana dalam peta pembangunan Jawa Tengah sedang mendorong adanya green economies (ekonomi hijau) dan green industries (industri hijau).

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menawarkan potensi investasi lain di Jawa Tengah. Misalnya terkait dengan sektor perikanan di mana banyak kampung-kampung nelayan di Jawa Tengah.

“Untuk pendidikan, Selandia Baru sudah ada kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan universitas lainnya. Dinas Pendidikan Provinsi sudah saya perintahkan untuk penjajakan kerja sama barangkali ada pelajar atau mahasiswa kita bisa belajar di sana,” katanya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp