Jateng

Turun di Jalan Tol Semarang-Solo, Pemudik Asal Bekasi Dievakuasi Polisi

×

Turun di Jalan Tol Semarang-Solo, Pemudik Asal Bekasi Dievakuasi Polisi

Sebarkan artikel ini
Keluarga pemudik yang turun di KM 457A ruas tol Semarang- Solo saat dievakuasi anggota Polres Semarang, Senin 16 Maret 2026 pagi. (dok. Humas Res.Semarang)
Keluarga pemudik yang turun di KM 457A ruas tol Semarang- Solo saat dievakuasi anggota Polres Semarang, Senin 16 Maret 2026 pagi. (dok. Humas Res.Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sulaiman (37) beserta istri dan kedua putranya terlihat kebingungan di bahu jalan KM 457A ruas tol Semarang-Solo, Senin 16 Maret 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

Satu keluarga pemudik asal Bekasi, Provinsi Jawa Barat ini baru saja turun dari bus, di ruas jalan tol wilayah Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tersebut.

Hingga sekitar 30 menit setelah turun dari bus di tol Semarang-Solo, mereka tidak tahu lagi harus ke mana dan kepada siapa akan meminta tolong untuk membawa keluar dari jalan bebas hambatan tersebut.

Keberadaan para pemudik ini akhirnya diketahui oleh patroli Kabag Ren Polres Semarang, Kompol Joko Winarno dan Kasat Samapta Polres Semarang, AKP Ari Parwanto.

Selanjutnya, Sulaiman beserta keluarganya dievakuasi keluar dari jalan tol oleh anggota Polres Semarang menuju ke Mapolsek Tengaran agar lebih aman.

BACA JUGA: Pemudik Keluhkan Kondisi Jalan Tol Cirebon–Batang yang Masih Berlubang

Usut punya usut, kejadian ini berawal saat Sulaiman beserta istri dan kedua putranya hendak mudik sekaligus menengok adiknya di Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran.

Keluarga pemudik yang turun di KM 457A ruas tol Semarang- Solo saat dievakuasi anggota Polres Semarang, Senin 16 Maret 2026 pagi. (dok. Humas Res.Semarang)
Keluarga pemudik yang turun di KM 457A ruas tol Semarang- Solo saat dievakuasi anggota Polres Semarang, Senin 16 Maret 2026 pagi. (dok. Humas Res.Semarang)

Karena setelah hampir 13 tahun merantau Sulaiman belum pernah bertemu lagi dengan adiknya tersebut. Baru pada Lebaran tahun ini ia berkesempatan pulang untuk bertemu.

“Sehingga Sulaiman dan keluarganya telah merencanakan untuk berangkat ke Sruwen,” jelas Kabag Ren Polres Semarang, Kompol Joko Winarno, Senin malam.

Bus Hanya Bisa di Tol Semarang-Solo, Sulaiman Terpaksa Turun

Dari Bekasi, jelas Kompol Joko, mereka berangkat naik bus. Dan rencananya akan turun di pertigaan Sruwen, atau jalan alternatif Tengaran-Ampel, Kabupaten Boyolali.

Namun Sulaiman rupanya tidak mengetahui, jika bus yang membawa mereka ternyata hanya mengambil rute jalan tol. Sehingga tidak bisa menurunkan mereka di Sruwen.

Atas saran sang adik, melalui komunikasi lewat telepon, Sulaiman dan keluarga di minta turun dari bus. Dan rencananya akan di jemput dengan sepeda motor.

Sehingga oleh awak bus mereka diturunkan di KM 457A. Setelah turun di jalan tol wilayah Pabelan, adiknya juga kebingungan dan tidak mengetahui posisi keluarga Sulaiman tersebut.

“Selanjutnya, keluarga ini kami evakuasi ke Mapolsek Tengaran agar bisa beristirahat sambil menunggu adiknya yang akan menjemput,” tambahnya.

BACA JUGA: Daftar Rest Area Tol Trans Jawa Wilayah Jateng yang Tersedia SPKLU, Pemudik Mobil Listrik Wajib Tahu

Kompol Joko menambahkan, atas kejadian di tol Semarang-Solo ini, ia mengimbau para pemudik dengan transportasi bus agar lebih teliti dan betul- betul memperhatikan rute perjalanan yang akan mereka lalui.

Selain itu juga tidak turun di ruas jalan tol karena berisiko dan membahayakan keselamatan. “Kami mengimbau para pemudik untuk memastikan titik turun yang aman dan tidak turun di ruas tol,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp