Jateng

Pendidikan Koperasi Bakal Masuk Kurikulum Sekolah di Jateng, Dinkop UKM: Targetnya Tahun Ajaran Baru 2026

×

Pendidikan Koperasi Bakal Masuk Kurikulum Sekolah di Jateng, Dinkop UKM: Targetnya Tahun Ajaran Baru 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto saat dijumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 20 Mei 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Jawa Tengah menggagas pendidikan koperasi masuk ke kurikulum sekolah dasar hingga menengah. Langkah tersebut muncul lantaran materi koperasi pada sekolah selama ini masih terbatas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Eddy Sulistiyo Bramianto mengatakan pendidikan koperasi nantinya menyasar siswa mulai kelas 4 SD hingga kelas 12 SMA sederajat.

Menurutnya, materi tersebut bertujuan mengenalkan sistem ekonomi kerakyatan kepada pelajar sejak usia dini.

“Insersi pendidikan koperasi ini adalah kita meningkatkan pemahaman tentang koperasi pada anak didik kita dari kelas 4 SD sampai dengan kelas 12,” ujar Eddy Sulistiyo Bramianto saat dijumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA: 6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, 2.769 Gedung Telah Terbangun

Bram menilai pendidikan koperasi perlu hadir lebih awal agar siswa memahami konsep gotong royong, kerja sama, hingga kesejahteraan bersama.

“Jadi bagaimana anak-anak kita itu bisa mengenal sistem ekonomi kerakyatan, bergotong-royong, kerja sama, dan ending-nya adalah kesejahteraan bersama,” lanjutnya.

Materi Koperasi Akan Masuk ke Sejumlah Mata Pelajaran, Mulai dari IPS hingga Matematika

Bram menjelaskan pendidikan koperasi tidak hadir sebagai mata pelajaran baru. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menerapkan skema insersi atau penyisipan materi ke sejumlah mata pelajaran yang sudah ada.

Ia menuturkan, materi koperasi nantinya akan masuk ke beberapa mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, Matematika, hingga Informatika.

“Insersi pendidikan koperasi ini nanti akan masuk kurikulum. Masuknya bisa di IPS, bisa di Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, bisa di matematika, bisa di informatika dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, pola tersebut bertujuan agar siswa lebih mudah memahami konsep koperasi tanpa menambah beban mata pelajaran baru.

SD Belajar Pengenalan Koperasi, SMA Masuk Kewirausahaan

Tak hanya itu, Dinkop UKM Jawa Tengah juga menyiapkan materi secara bertahap sesuai jenjang pendidikan siswa.