Sebagai pengelola anggaran, Menko PM mengaku terus berkoordinasi dengan Menteri Keuangan agar alokasi dana pemberdayaan ini ԁikunci sehingga tidak dapat ԁiganggu gugat. Program ini sendiri telah menyasar lebih dari 16.500 desa prioritas pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap forum rektor bisa ikut mengevaluasi sekaligus merumuskan konsep yang tepat. Sehingga strategi pembangunan berbasis pemberdayaan ini semakin efektif di masa mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menambahkan, sinergi antara Kemenko PM dan kalangan akademisi ini menunjukkan bahwa kampus sudah keluar dari “menara gading”.
Menurutnya, kampus merupakan pusat ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia (SDM) unggul yang potensinya belum terserap secara optimal untuk menyelesaikan persoalan di daerah.
“Melalui kerja sama ini, perguruan tinggi akan melakukan banyak aksi nyata yang semuanya terukur berbasis data,” tandas Fauzan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





