SEMARANG, beritajateng.tv – Viral kabar seorang anak balita yang ԁiduga mengalami hipotermia saat ԁiajak mendaki Gunung Ungaran (2.050 mdpl) menjadi peringatan serius bagi para pendaki, khususnya orang tua.
Pengelola Basecamp (BC) Mawar, jalur pendakian Gunung Ungaran via Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menegaskan bahwa aktivitas pendakian yang melibatkan anak memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi.
Ketua Solidaritas Anak Kluwihan Peduli Alam (Sakpala), Muhtarom, mengatakan pihaknya tidak merekomendasikan pendakian gunung dengan membawa anak, terlebih balita.
BACA JUGA: Pengelola Basecamp Gunung Ungaran Tegaskan Bayi Tidak Alami Hipotermia, Anak Rewel Orang Tua Cekcok
“Risikonya terlalu besar. Faktor keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi, Selasa, 14 April 2026.
Ia menjelaskan, meskipun belum tertuang secara eksplisit dalam standar operasional prosedur (SOP), pihak pengelola tetap menerapkan kebijakan selektif dalam memberikan izin pendakian.
Pengeloa Tak Jarang Tolak Pendaki Bawa Anak
Bahkan, tidak jarang pengelola harus menolak pendaki yang ingin membawa anak demi menghindari potensi bahaya di jalur pendakian.
“Ini bukan sekali dua kali kami menolak. Tapi ini komitmen kami untuk keselamatan bersama,” tegas pria yang akrab ԁisapa Arun tersebut.
Untuk menghindari kekecewaan, pengelola biasanya memberikan pendekatan persuasif kepada calon pendaki. “Kami sampaikan dengan cara baik, seperti ‘tunggu waktunya, gunung tidak ke mana-mana’,” tambahnya.
Muhtarom juga menekankan bahwa pendakian gunung bukan aktivitas yang ringan, bahkan bagi orang dewasa sekalipun. Oleh karena itu, penerapan SOP keselamatan harus ԁilakukan secara ketat.
BACA JUGA: Viral Seorang Bayi Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Berikut Fakta Lengkapnya
Selain faktor usia, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan utama. Jika cuaca tidak bersahabat, pengelola tidak segan merekomendasikan penundaan atau pembatalan pendakian.
“Hipotermia bisa ԁialami siapa saja, dan sangat berbahaya. Pada anak-anak, risikonya lebih besar karena mereka lebih cepat kehilangan panas tubuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun Gunung Ungaran memiliki ketinggian yang relatif sedang, lingkungan pegunungan tetap tidak ramah bagi anak-anak, terutama balita.





