SEMARANG, beritajateng.tv – Hari Arafah merupakan hari yang paling istimewa sehingga memiliki berbagai keutamaan yang luar biasa.
Pada saat hari tersebut tiba, jutaan jamaah haji kini berkumpul di Padang Arafah dengan mengenakan pakaian sederhana. Saat itu pula, Allah SWT membangga-banggakan seluruh hambanya di hadapan para malaikat.
Bahkan di hari tersebut merupakan momentum terkabulnya semua doa dan menjadi puncak ibadah haji yang banyak umat Islam nantikan.
BACA JUGA: Berikut Makna Hari Tarwiyah dan Arafah, Lengkap dengan Sejarahnya
Lalu apa saja keutamaan Hari Arafah yang kini di sebut sebagai hari paling istimewa dalam satu tahun lamanya? simak berikut informasi lengkapnya.
Keutamaan Hari Arafah
Hari Arafah bukanlah hari yang biasa dalam penanggalan Islam. Hari ini memiliki keutamaan besar karena penuh dengan rahmat serta ampunan Allah yang melimpah.
Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan bahwa tidak ada hari ketika Allah membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari siksa neraka selain pada Hari Arafah.
Hadits tersebut menggambarkan begitu besarnya kasih sayang Allah di hari yang mulia itu. Sejumlah ulama menerangkan bahwa pada Hari Arafah, pintu-pintu langit terbuka, doa-doa umat terangkat, dan curahan rahmat Allah mengalir secara luas.
Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa Allah menunjukkan kebanggaan-Nya terhadap orang-orang yang sedang berada di Padang Arafah di hadapan para malaikat.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Perajin Besek di Blora Kebanjiran Order Imbas Harga Plastik Naik
Bayangkan, manusia yang tidak luput dari dosa dan berbagai kekurangan justru menjadi hamba yang disebut oleh Allah di hadapan para malaikat-Nya.
Karena itulah, banyak ulama salaf meneteskan air mata saat Hari Arafah tiba. Mereka menyadari bahwa hari tersebut bisa menjadi kesempatan terbesar untuk meraih ampunan dalam hidup mereka.
Salah satu amalan paling utama saat tiba hari tersebut bagi yang tidak melaksanakan ibadah Haji yakni bisa berpuasa.
Puasa hari Arafah aku harapkan dari Allah bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. [HR. Muslim no. 1162]
Penghapusan dosa yang terkandung dalam hadits di atas yakni merupakan dosa kecil selama seseorang tersebut terus bertaubat kepada Allah SWT. (*)





