Penutupan TMMD, Kodim 0733 BS/Semarang dan Pemkot Sinergi Pembangunan Fisik dan Nonfisik

Penutupan TMMD, Kodim 0733 BS/Semarang dan Pemkot Sinergi Pembangunan Fisik dan Nonfisik

Semarang, 9/6 (BeritaJateng.tv) – Kodim 0733 BS/Semarang menyerahkan proyek-proyek hasil Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung yang telah dilaksanakan selama satu bulan di Kelurahan Pongangan, Kecamatan Gunungpati, kepada Pemerintah Kota Semarang.

Dandim 0733 Kota Semarang, Letkol Inf Honi Havana mengatakan, TMMD Sengkuyung ini dalam rangka melaksanakan amanah untuk menyejahterakan masyarakat.

Pihaknya bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan pembangunan baik fisik maupun nonfisik.

Pembangunan fisik berupa betonisasi jalan, pembangunan saluran air, pembangunan penampung air untuk masjid, dan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH)

Sedangkan, pembangunan nonfisik berupa sosialisasi produk hukum, administrasi kependudukan, kewirausahaan, polah asuk anak, penyuluhan remaja, pencegahan stunting, pelatihan bank sampah, pembentukan JPPA, pengajian, dan kegiatan wawasan kebangsaan.

“Kami juga membentuk kampung Pancasila. Harapannya, ada komitmen bersama untuk praktek pengalaman nilai-nilai Pancasila, tidak hanya di buku pelajaran saja,” papar Honi, saat penutupan TMMD Sengkuyung, di Balai Kota Semarang, Kamis (9/6/2022).

Program-program tersebut dilaksanakan bersama dengan OPD Kota Semarang. Dia berharap, masyarakat betul-betul terperhatikan secara utuh melalui program tersebut. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.

Rencananya, TMMD sengkuyung tahap berikutnya akan dilaksanakan  Juni mendatang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot terkait lokasi TMMD selanjutnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang diwakili Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0733 BS/Semarang.

Menurutnya, pembangunam infrastruktur dan kegiatan kemasyarakatan sangat dibutuhkan.

Program TMMD Sengkuyung ini bisa menjadi role model untuk kelurahan lainnya agar kegiatan bisa dikemas menjadi satu sehinngga akan terlihat dampaknya.

“Tadi, ada 15 bedah rumah, ini bisa membantu masyarakat kurang mampu. Nanti, akan dilanjutkan ke wilayah uang lain, kami harap bisa berkesinambungan dan menjadi kegiatan prioritas,” ucap Ita, sapaannya.

Dia berharap, program ini dapat mendorong ekonomi dan sosial maayarakat. Dia pun mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat haail pembangunam agar selalu memberikan kemajuan dam kesejahteraan. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.