“Obatnya apa? Ya kolaborasi antara keagamaan dengan civitas akademika universitas/kampus,” kata Gus Yasin.
Penggabungan KKN Mahasiswa Perguruan Tinggi dan mahasantri Ma’had Aly
Salah satu upaya yang dia siapkan yakni membuka peluang penggabungan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa perguruan tinggi umum dengan mahasantri Ma’had Aly. Dengan begitu, kata dia, mereka bisa bertemu di daerah pengabdian, berdiskusi, dan bersama-sama melihat persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Karena saat ini Ma’had Aly juga melakukan KKN, kami bisa gabungkan (mix) antara KKN dari kampus umum dan KKN dari Ma’had Aly. Mungkin nanti ketika bertemu di daerah yang membutuhkan, mereka bisa berdiskusi di sana,” kata Gus Yasin.
BACA JUGA: Kasus Pencabulan Santriwati di Banyumanik Semarang, Pengasuh Dituntut 8,5 Tahun Penjara
Terkait penerima beasiswa, Gus Yasin mengatakan, seleksi mempertimbangkan kondisi ekonomi dan capaian akademik. Kriteria ekonomi, termasuk desil, menjadi salah satu perhatian, tetapi prestasi akademik juga tetap diperhitungkan.
Dia berkata, beasiswa tersalurkan hingga penerima menyelesaikan pendidikan. Skema tersebut juga berlaku bagi penerima yang menempuh pendidikan di luar negeri, dengan penyaluran secara bertahap.
Pesantren Obah
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, sebanyak 482 orang menerima beasiswa melalui program Pesantren Obah. Rinciannya, 424 mahasantri Ma’had Aly dan 58 santri penggerak.
Luthfi bilang, program tersebut untuk mendukung santri agar bisa mengembangkan diri. Baik dalam bidang keagamaan maupun kehidupan bermasyarakat.
Dia berharap para santri mampu mendalami ilmu agama, sekaligus mengambil peran dalam kegiatan sosial, kewirausahaan, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dia menilai, pesantren memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai moral generasi muda. Para santri dia nilai memahami tradisi keilmuan dan kehidupan pesantren, sekaligus memiliki kesempatan memperluas wawasan melalui pendidikan tinggi.
“Santri adalah garda terdepan, belajar ilmu dunia dan akhirat, juga menjaga NKRI dari degradasi moral generasi muda,” katanya.(*)
Editor: Diaz A Abidin





