SEMARANG, beritajateng.tv – Penyebab kematian satu keluarga asal Ambarawa saat menginap di Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, hingga kini masih menjadi misteri.
Pihak keluarga masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya empat korban tersebut.
Adik almarhumah Magfirah, Robachul Muslim (40), mengatakan keluarga mendapat informasi bahwa hasil otopsi dan uji laboratorium perkiraannya keluar dalam waktu tiga hari.
“Makanya kami dan semua kerabat masih menunggu,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui di rumah duka, Jumat 29 Mei 2026.
Menurutnya, berdasarkan penjelasan dari pihak kepolisian, dugaan sementara penyebab kematian satu keluarga tersebut mengarah pada keracunan.
BACA JUGA: Duga 2 Penyebab Kematian Keluarga di Posong Temanggung, Polisi Periksa Kompor Portable Korban
Namun penyidik masih mendalami apakah sumbernya berasal dari makanan atau paparan gas karbon monoksida (CO).
“Yang jelas barang-barang berharga milik keluarga masih utuh dan tidak ada yang hilang,” jelas Muslim.
Ia menambahkan, ponsel, kamera, perhiasan hingga mobil milik korban juga masih berada di lokasi. Selain itu, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.
Di sisi lain, Muslim mengungkapkan kakak iparnya, almarhum Muhamad Ali Munawar, memang memiliki kebiasaan memasak barbeque saat berkumpul bersama keluarga.
Menurutnya, korban bahkan memiliki perlengkapan barbeque sendiri karena pernah bekerja di Korea Selatan dan cukup mahir memasak barbeque.
“Peralatan dan perlengkapan masaknya juga punya sendiri,” tandasnya.
Sebelumnya, satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping Safari Posong pada Rabu 27 Mei 2026 sore.
BACA JUGA: Pelandaian Tanjakan Posong Molor Tahun Anggaran, DPU BMCK Jateng: Harus Potong Bukit 25 Meter
Keempat korban masing-masing Muhamad Ali Munawar (52), Magfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alfino Evan Hakim (16), warga Temenggungan, Ambarawa, Kabupaten Semarang. (*)
Editor: Farah Nazila





