SEMARANG, beritajateng.tv – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Jawa Tengah menyiapkan kompetisi basket pelajar yang akan digelar serentak di 35 kabupaten/kota. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet usia dini sekaligus menciptakan regenerasi pemain menuju level nasional.
Ketua Umum DPD PERBASI Jawa Tengah, Bagus Andrian John, mengatakan liga pelajar akan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, pembinaan juga diperkuat melalui kompetisi antarklub untuk berbagai kelompok usia.
“Liga antar pelajar SD, liga antar pelajar SMP, liga antar pelajar SMA se-Jawa Tengah. Serentak di 35 kabupaten/kota. Kemudian antarklubnya, ada pembinaan U8, U10, U12, U14, U16. Semua ini untuk sukseskan program DPP yang goals-nya Kejurnas,” ujar Bagus pada Senin, 29 Juni 2026.
Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar pula peluang atlet muda mendapatkan jam terbang sebelum bersaing di tingkat nasional.
BACA JUGA: Terpilih Sebagai Ketum Perbasi Blora Secara Aklamasi, Wahyu Suryono Pratama: Semangat Baru
Program tersebut juga menjadi respons atas masukan dari DPP PERBASI terkait pentingnya regenerasi atlet. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, menilai prestasi basket Jawa Tengah selama ini cukup baik. Tetapi masih perlu ada peningkatan agar mampu melahirkan lebih banyak pemain yang berkiprah di level nasional.
“Tim basket Jawa Tengah selama ini kalau kita lihat track recordnya, saya dari Kejurnas beberapa tahun-tahun lalu, cukup oke, tetapi sampai ke PON,” kata Nirmala usai pembukaan Kejurnas Basket Antarklub U16 dan U18 Tahun 2026 di Gor Sahabat Arena Semarang, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia berharap Jawa Tengah semakin agresif menghadirkan kompetisi berjenjang bagi pelajar dan kelompok umur. Menurutnya, keberadaan liga yang rutin akan menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan atlet.
“Bisa bikin liga di level pelajar, level kelompok umur, ini sangat luar biasa sekali. Terobosan baru untuk Jawa Tengah dalam memberikan kontribusi pemain nasional yang luar biasa untuk Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Nirmala, minimnya turnamen menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat perkembangan prestasi basket di suatu daerah. Karena itu, penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas olahraga.
“Jadi tidak hanya di Jateng. Tapi di mana pun, kalau turnamennya kurang, dampaknya kepada prestasi. Tapi kalau Jateng enggak perlu dipertanyakan lagi turnamennya. Kayaknya sudah banyak banget nih. Tinggal nanti finishing touch-nya bagaimana, seperti apa, ini PR,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini PERBASI juga tengah menyiapkan program jangka panjang untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional, termasuk FIBA Asia Cup hingga FIBA World Cup kelompok umur. Menurutnya, pembinaan dari level daerah menjadi kunci utama lahirnya pemain nasional yang berprestasi.
“Ini cara kita melihat potensi pemain muda di lapangan. Harapannya Kejurnas ini bisa melahirkan banyak pemain untuk tim nasional Indonesia,” pungkasnya.
BACA JUGA: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Penanaman Ribuan Pohon Warnai Sepanjang Jalan di Blora
Melalui liga basket pelajar yang akan berlangsung serentak di seluruh kabupaten/kota, PERBASI Jateng berharap mampu memperluas pembinaan atlet muda. Sekaligus mencetak lebih banyak pemain yang siap bersaing di Kejuaraan Nasional hingga memperkuat tim nasional Indonesia. (*)
Editor: Farah Nazila





