SEMARANG, beritajateng.tv – Tak banyak yang mengetahui bahwa para pedagang Pasar Maling Johar Semarang memiliki bahasa rahasia yang hanya sesama pedagang pahami.
Kode-kode tersebut telah mereka gunakan selama puluhan tahun sebagai alat berkomunikasi saat menentukan harga tanpa diketahui pembeli.
Di balik citra legendaris Pasar Maling Johar, tersimpan sejarah panjang tentang kreativitas para pedagang, perkembangan perdagangan barang impor. Hingga upaya Pemerintah Kota Semarang menghidupkan kembali kawasan perdagangan bersejarah tersebut melalui program New PM.
Salah satu pedagang senior, Yuli Eko, menjadi saksi perjalanan Pasar Maling sejak masih mengikuti sang ayah berjualan pada 1959. Ia sendiri mulai membuka lapak pada 1981 dan hingga kini masih bertahan di kawasan Johar Selatan.
“Pasar ini sudah ada sejak bapak saya jualan tahun 1959. Saya sendiri mulai berdagang tahun 1981. Dulu lokasinya di bawah gedung yang sekarang, sedangkan kalau malam kami berjualan di depan Kanjengan,” ujar Eko.
Pada masa itu, suasana pasar malam begitu sederhana. Pedagang menggelar dagangan di emper toko dengan penerangan lampu petromaks.
Kondisi yang gelap serta harga barang yang jauh lebih murah daripada toko swalayan membuat masyarakat mulai menyebut kawasan tersebut sebagai Pasar Maling.
BACA JUGA: Bukan Karena Barang Hasil Curian, Ini Asal-usul Nama Pasar Maling Johar Semarang
“Orang melihat jualannya malam, gelap, harganya murah, lalu muncul anggapan seperti barang curian. Padahal bukan begitu ceritanya,” katanya.
Menurut Eko, murahnya harga barang bukan karena hasil kejahatan, melainkan berasal dari pasokan barang impor yang saat itu banyak masuk melalui Pelabuhan Semarang maupun pusat perdagangan di Jakarta.
Kala itu, berbagai produk bermerek seperti Levi’s, Harley Davidson, Playboy, hingga aksesori fesyen terjual dengan harga jauh di bawah toko modern karena pedagang mengambil keuntungan tipis.
Selain menjual barang impor, pedagang juga memanfaatkan stok pakaian dari toko besar yang mengalami cacat ringan, seperti kancing lepas atau jahitan terbuka.





