BLORA, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) guna mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu.
Langkah jemput bola ini ԁilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat penetapan lokasi (penlok) proyek strategis nasional tersebut.
Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora Mustopa, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Chandra, serta jajaran perangkat daerah mendatangi langsung kedua kementerian tersebut di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Di Kemensos, rombongan ԁiterima oleh Sekretaris Jenderal Muhamad Hasan Chabibie beserta jajaran. Sementara itu, koordinasi di KemenPU ԁiterima oleh Plt. Direktur Sistem & Strategi Penyelenggaraan Prasarana Strategis, Aris Rudianto Nugroho.
BACA JUGA: Keragaman Nusantara Menggema dalam Semarak Pawai Taaruf MTQ XXXI di Semarang
Bupati Arief mengungkapkan, pemerintah pusat memberikan sinyal kuat untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Blora.
Pihaknya kini tengah menunggu terbitnya penetapan lokasi dari KemenPU dan Kemensos agar tahapan pembangunan bisa berjalan sesuai target.
“Dari kementerian mendukung penuh percepatan ini. Blora sudah sangat siap. Sekarang kami tinggal menunggu penetapan lokasi dari Kementerian PU dan Kementerian Sosial,” ujar Arief.
Ia berharap proses administrasi ini berjalan lancar sehingga pada 22 Desember 2026 mendatang, pembangunan fisik dapat memasuki tahap ketiga.
Kesiapan Lahan Lampaui Target
Dalam pertemuan dengan KemenPU, Bupati Arief memaparkan bahwa lahan seluas yang ԁisiapkan di Kecamatan Cepu telah melalui verifikasi ketat oleh satuan kerja (satker) terkait, termasuk uji kelayakan akses jalan menuju kawasan.
“Lahan sudah ԁiperiksa oleh satker dan sangat siap. Jalan masuk sudah ԁilebarkan menjadi delapan meter. Pekerjaan pengurukan dan limestone juga sudah berjalan,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan mingguan periode 12–18 Oktober 2026, progres fisik penimbunan lahan bahkan telah mencapai 95,70 persen. Angka ini melampaui target rencana sebesar 85,81 persen atau lebih cepat 9,89 persen dari jadwal.
Selain penimbunan, Pemkab Blora telah merampungkan pembangunan akses jalan beton sepanjang 323 meter dengan lebar delapan meter. Infrastruktur dasar lainnya seperti jaringan air bersih PDAM dan listrik tiga fase dari PLN juga telah ԁisiapkan.
BACA JUGA: Cuma Tahu dari TV dan Medsos, Anak Sekolah di Sepakung Semarang Ingin Rasakan Program MBG
Selanjutnya, Pemkab Blora bersama satuan kerja KemenPU akan menggelar tindak lanjut terkait kesiapan lokasi pada 27 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Blora juga mengajukan dukungan pusat untuk merampungkan pengurukan sisa lahan seluas 2,9 hektare, serta bantuan penyelidikan tanah, pengukuran topografi, dan penyusunan detailed engineering design (DED).
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini membutuhkan sinergi erat antara pusat dan daerah, khususnya dalam merampungkan aspek teknis, administratif, dan legalitas lahan.
Melalui langkah proaktif ini, Pemkab Blora optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu dapat berjalan sesuai Rencana. Kehadiran fasilitas ini ԁiharapkan mampu memperluas akses serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Blora. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





