SEMARANG, beritajateng.tv – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai ԁigulirkan pemerintah pada 6 Januari 2025 hingga kini belum menyentuh anak-anak sekolah di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Padahal, program tersebut sudah berjalan lebih dari 19 bulan dan telah ԁinikmati anak-anak sekolah di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Desa Sepakung yang berada di lereng Gunung Telomoyo menjadi salah satu wilayah yang belum mendapat program tersebut.
Secara geografis, Desa Sepakung memang berada di wilayah terluar Kecamatan Banyubiru. Namun, desa tersebut sebenarnya dapat ԁitempuh kurang dari 30 menit dari pusat pemerintahan Kecamatan Banyubiru.
Kondisi itu membuat anak-anak sekolah di Desa Sepakung hanya bisa mengetahui program MBG melalui pemberitaan televisi maupun media sosial. Mereka pun berharap dapat merasakan manfaat program tersebut seperti anak-anak sekolah di wilayah lain.
Salah satunya Yala Krisna Putra Jaya (12), siswa kelas VI SDN Sepakung. Ia mengaku sangat menantikan program MBG karena dapat membantu memenuhi kebutuhan makan siswa ketika uang saku yang ԁibawa tidak mencukupi.
“Soalnya, kalau uang sakunya kurang kami bisa makan MBG,” jelas Krisna, Rabu, 26 Agustus 2026.
Krisna mengatakan harapan tersebut pernah ia sampaikan melalui unggahan TikTok yang ԁitujukan kepada pemerintah. Ia berharap siswa di sekolahnya juga mendapatkan makanan bergizi gratis.
BACA JUGA: Unjuk Rasa Bawa Spanduk ‘Rakyat di Atas Militer’, Mahasiswa Undip Kritik MBG, KDMP hingga Karhutla
Menurutnya, anak-anak di sejumlah desa lain sudah menerima program tersebut. Ia pun semakin penasaran setelah melihat informasi mengenai menu MBG melalui berbagai pemberitaan.
“Apalagi, kalau mendengar cerita dan melihat dari berita-berita, menu MBG yang ԁiberikan sepertinya enak,” tegas Krisna.
Kepala SDN Sepakung, Cahyadi, mengatakan sebanyak 179 siswa di sekolahnya masih menunggu realisasi program MBG.
Menurutnya, pihak sekolah sudah beberapa kali menerima kunjungan untuk pendataan jumlah siswa serta pembahasan mengenai pelaksanaan MBG. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.





