Menyapa Nusantara

Percepatan dan Pengawasan Program, Satgas MBG Pusat Bakal Segera Berkantor di Jawa Tengah

×

Percepatan dan Pengawasan Program, Satgas MBG Pusat Bakal Segera Berkantor di Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
SPPG Purwosari 1 Kudus | SPPG Blora Sementara | Satgas MBG | MBG Blora
Salah satu SPPG di Jawa Tengah. (Heri/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pusat segera berkantor di wilayah Jateng.

Langkah tersebut bertujuan mempercepat pelaksanaan program yang saat ini sudah berjalan dengan 1.855 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“MBG di Jawa Tengah berjalan melalui 1.855 dapur SPPG. Kami lakukan akselerasi, dan Satgas pusat akan berkantor di wilayah Jateng,” kata Luthfi, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Luthfi, seluruh kabupaten dan kota tengah menyiapkan Satgas MBG daerah. Kehadiran mereka akan memperkuat pengawasan program, sekaligus memastikan penetrasi kebijakan berlangsung cepat.

BACA JUGA: Wakil Kepala BGN Menangis Marak Keracunan MBG, Hersubeno: Kepalanya Malah Remehkan Kasus

“Gunanya apa? Agar kita bisa melakukan pengawasan penetrasi kebijakan pemerintah dengan cepat, terutama akselerasi MBG di Jawa Tengah,” ujarnya.

Luthfi menyampaikan Satgas juga akan mengevaluasi sejumlah insiden keracunan yang muncul. Ia menegaskan kepolisian meneliti lebih jauh faktor penyebab, apakah murni kelalaian atau ada dugaan unsur kesengajaan.

“Namun prinsipnya, kadang masyarakat kita mungkin mengalami keterlambatan atau kurang higienis. Satgas nantinya yang akan mengevaluasi,” tambahnya.

Selain itu, Luthfi menyoroti efek ganda dari program MBG. Menurutnya, kegiatan tersebut mendorong peningkatan ekonomi daerah, khususnya melalui meningkatnya kebutuhan bahan pokok.

BACA JUGA: Cegah Kasus Keracunan MBG, PPJI Jateng Siap Dampingi Dapur SPPG di Tiap Kabupaten/Kota

“Selain efek multiplier, mimpi kita menciptakan generasi Jawa Tengah yang lebih cerdas ke depan,” jelasnya.

Sementara di Kabupaten Blora, implementasi program MBG terus berkembang. Saat ini beroperasi 49 dapur SPPG dari total kuota 73 unit.

Dalam waktu dekat, enam dapur tambahan akan beroperasi di Blora. Setiap dapur dipimpin kepala SPPG yang merupakan lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Dengan tambahan tersebut, jumlah dapur SPPG di Blora akan mencapai 55 unit. (ant)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp