SEMARANG, beritajateng.tv – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Semarang tak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah. Kegiatan tersebut ԁikemas dengan mengajak generasi Z memahami dan menerapkan karakter Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di era digital.
Penceramah Maulid Nabi, K.H. Fakhrudin Aziz, yang juga dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, menilai karakter Rasulullah sangat relevan untuk jadi pedoman generasi muda.
Ia menekankan dua hal utama yang dapat ԁiterapkan anak muda, yakni menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan serta memiliki etika dan akhlak yang baik.
“Semangatnya adalah menjadi rahmat. Artinya bagaimana kita menjadi generasi yang punya peran penting. Yang kedua adalah tentang etika,” kata Fakhrudin usai mengisi ceramah, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, tingginya ilmu pengetahuan tidak cukup jika tidak ԁibarengi kematangan etika dan akhlak.
“Setinggi apa pun ilmu yang kita miliki, ingat dari Rasul adalah etika. Memiliki ilmu yang ԁilandasi dengan kematangan etika dan kematangan akhlak yang baik,” jelasnya.
Fakhrudin juga menilai pembentukan karakter siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pendidikan mengenai etika dan akhlak harus berlanjut ketika siswa berada di rumah.
BACA JUGA: Jakarta Masih Jadi Magnet, KAI Daop 4 Semarang Layani 216 Ribu Pelanggan Saat Libur Maulid Nabi
“Untuk pendidikan anak saya kira tidak berhenti di sekolah. Begitu anak keluar dari sekolah, pulang dari sekolah, maka orang tua, Bapak maupun Ibu, punya fungsi yang sangat penting, punya peran yang sangat primer untuk melanjutkan pendidikan ini sehingga ada kesinambungan antara fungsi sekolah dengan fungsi parenting,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Semarang, Tahron, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang secara khusus memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW.





