SEMARANG, beritajateng.tv – Momentum rapat anggota cabang DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota Semarang tak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga penegasan arah perjuangan advokat melalui pemberian penghargaan kepada para pejuang akses keadilan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026 di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang itu juga memberikan penghargaan kepada advokat IKADIN.
Sekjen DPP IKADIN Rivai Kusumanegara menegaskan, rapat anggota cabang merupakan forum strategis untuk memperkuat soliditas sekaligus menentukan arah perjuangan organisasi ke depan.
“Selain ajang penyegaran organisasi, ini juga untuk mengkonsolidasi seluruh anggota termasuk menentukan arah perjuangan IKADIN sesuai kearifan lokal masing-masing,” ujar Rivai usai acara.
Dalam kesempatan itu, Rivai juga menyoroti tantangan penegakan hukum ke depan. Termasuk implementasi KUHP dan KUHAP baru serta pembahasan hukum acara perdata.
BACA JUGA: IKADIN Kukuhkan Tiga DPC Baru di Jawa Tengah, Dorong Advokat Jangkau Warga Tak Mampu
Ia menekankan pentingnya sinergi antar penegak hukum agar tercipta sistem yang lebih modern dan adaptif.
“Kami harapkan IKADIN bisa menjadi yang terdepan dalam memperjuangkan sistem hukum yang lebih baik dan mampu menjawab kebutuhan keadilan masyarakat,” tegasnya.
Penghargaan Jadi Cermin Arah Perjuangan
Pemberian penghargaan kepada advokat ternilai bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan nilai yang IKADIN perjuangkan. Yakni memperluas akses keadilan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Salah satu advokat yang menerima penghargaan tersebut adalah Zainal Abidin Petir. Ia mendapatkan Penghargaan sebagai Advokat Dedikasi Luhur Akses Keadilan.
Penghargaan tersebut di berikan kepada advokat yang konsisten memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau gratis (pro bono), berpihak pada masyarakat tidak mampu, serta memiliki dampak nyata dalam penegakan keadilan.
Ketua DPC IKADIN Semarang, Sunarto, menyebut mekanisme penilaian melalui polling anggota, sehingga mencerminkan aspirasi internal organisasi.
“Seperti Pak Zainal Petir, kepeduliannya terhadap rakyat kecil, kaum marginal, dan konsistensinya membela hak-hak masyarakat tertindas itu sangat terlihat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sosok Zainal bahkan telah dua kali menerima penghargaan serupa, menunjukkan konsistensi yang anggota akui luas.
Dorong Advokat Berjiwa Pengabdian
Sunarto menegaskan, IKADIN ingin terus mendorong lahirnya advokat yang tidak hanya berorientasi pada industri hukum, tetapi juga memiliki semangat pengabdian.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto: WFH Jangan Sekadar Slogan, Harus Ada Pengawasan agar Efektif
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses bantuan hukum karena stigma biaya mahal.
“IKADIN ingin menjadi jembatan. Kita dorong anggota untuk punya semangat juang membela keadilan, terutama bagi masyarakat lemah, baik secara ekonomi maupun pengetahuan,” jelasnya.
Penghargaan yang diberikan dalam forum tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi advokat lain untuk terus berkontribusi dalam memperluas akses keadilan, sekaligus memperkuat posisi IKADIN sebagai organisasi perjuangan hukum di Indonesia. (*)
Editor: Farah Nazila




