“Dai-dai ini bergerak di komunitas dan dikoordinasikan bersama Majelis Tabligh. Ke depan, dakwah komunitas akan bersinergi dengan tenaga sosial dan relawan agar dapat memajukan bangsa dari berbagai aspek,” pungkasnya.
BACA JUGA: Berbagi Kasih, Daging Kurban Muhammadiyah Kota Semarang Sentuh Hati Warga Non-Muslim
Senada dengan Haedar, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak boleh eksklusif dan hanya menyasar kelompok yang sudah mapan secara keagamaan.
Menurutnya, dakwah justru harus hadir menyapa seluruh lapisan masyarakat. Termasuk kelompok-kelompok yang selama ini berada di pinggiran sosial atau yang ia sebut sebagai “lorong gelap”. Ia menekankan bahwa dakwah merupakan kewajiban untuk menyapa semua manusia tanpa memandang latar belakang sosial, identitas, maupun masa lalu.
“Dakwah itu menyapa semua orang. Siapa pun dia, apa pun latar belakangnya. Mereka juga manusia yang punya hak surga yang sama,” ujar KH Tafsir. (*)
Editor: Farah Nazila





