Ekbis

Perkuat Literasi Keuangan, LPS Dorong 51 Juta Warga Usia Produktif Buka Rekening Bank untuk Tabungan

×

Perkuat Literasi Keuangan, LPS Dorong 51 Juta Warga Usia Produktif Buka Rekening Bank untuk Tabungan

Sebarkan artikel ini
LPS Rekening
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu. (Foto: Dok. LPS)

SEMARANG, beritajateng.tv – LPS terus mendorong perluasan akses menabung karena sekitar 51 juta warga usia produktif belum punya rekening simpanan.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan langkah kolaboratif antaranggota KSSK mampu mempercepat perluasan literasi serta inklusi keuangan.

Anggito menyambut baik dorongan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh warga membuka rekening bank. Ia mengajak masyarakat memakai layanan perbankan yang mendapat penjaminan LPS serta mematuhi ketentuan Tingkat Bunga Penjaminan.

“Hal itu agar dana Anda aman. Jangan tergoda pada penawaran [bunga] bank yang melebihi ketentuan,” ujarnya, beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA: Tingkatkan Literasi Keuangan, LPS Gelar Agenda LIKE IT dan Kampung Edukasi di Solo

Ia menekankan komitmen kuat antara LPS, OJK, Bank Indonesia serta perguruan tinggi yang terus menggerakkan program literasi. Anggito menjelaskan rangkaian Financial Festival yang terselenggara pada 2025 berhasil menarik minat besar publik.

“Pada tahun 2025 ini, Financial Festival telah terlaksana pada Surabaya serta Medan. Tahun 2026, LPS kembali berkolaborasi untuk menggelar agenda serupa pada Yogyakarta serta Makassar,” ungkapnya pada awak media.

Agenda khusus pada Yogyakarta tahun depan bakal berlangsung pada UGM serta kawasan kota. Target utamanya yaitu penguatan literasi keuangan agar publik makin memahami manfaat pengelolaan dana secara aman serta terukur.

LPS catat jumlah rekening 610,27 juta, sebagian besar tabungan

LPS mencatat total nilai simpanan nasional per September 2025 mencapai Rp3.973,68 triliun. Komponen tabungan mendominasi dengan porsi 63,28%, lalu deposito 34,35%, serta giro 2,37%. Jumlah rekening menembus 610,27 juta rekening yang sebagian besar berupa tabungan.

Anggito kembali mengingatkan publik agar memerhatikan ketentuan TBP. Ia menyoroti tren suku bunga yang melebihi patokan. Proporsi nasabah yang menerima bunga di atas TBP melonjak cukup signifikan sejak 2022.

Aset LPS juga mencatat pertumbuhan cukup kuat. Per September 2025 total aset mencapai Rp272,09 triliun. Portofolio investasi memegang porsi terbesar pada struktur aset tersebut.

Anggito menjelaskan cadangan penjaminan saat ini berada pada level 2,14% dari total simpanan perbankan, mendekati target 2,5%.

BACA JUGA: Wajah Baru LPS, Dewan Komisioner LPS Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

Selama 2025 LPS mengumpulkan premi penjaminan Rp18,54 triliun. Batas penjaminan tetap berada pada angka Rp2 miliar per nasabah per bank.

Ia memaparkan surplus sebelum pajak mencapai Rp28,71 triliun, dengan mayoritas pendapatan berasal dari premi penjaminan serta hasil investasi.

Anggito menegaskan pentingnya efektivitas resolusi bank. Sejak 2024 hingga Oktober 2025, LPS menangani 27 BPR/S dengan berbagai status penyelesaian untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp