“Kita tidak bisa menolak identitas, tetapi bagaimana memberikan pengarahan agar kita bisa menyikapi secara bijak. Harus kita sharing atau filter, apakah pengaruh budaya asing ataupun era modern ini berdampak negatif atau positif,” katanya.
Dia mengatakan, sejumlah pengurus organisasi di daerah telah menjalankan kegiatan edukasi karakter bagi masyarakat. Kehadiran tiga DPC yang baru harapannya memperluas kegiatan serupa di wilayah masing-masing.
Pemajuan Budaya dan Penguatan Karakter
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, penguatan karakter perlu berjalan beriringan dengan upaya pemajuan kebudayaan.
Dia menilai nilai-nilai luhur masyarakat Jawa, seperti tepa selira, gotong royong, andhap asor, dan sikap menghormati sesama, perlu terus dilestarikan serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Penguatan karakter dan pemajuan kebudayaan perlu berjalan beriringan agar terwujud masyarakat yang tidak hanya berdaya saing. Akan tetapi juga berbudi pekerti luhur,” ucapnya.
BACA JUGA: Sentuhan Winika Desiana, Selamatkan Kucing Terlantar hingga Garap Kerajinan Bantal Anabul
Hanung berharap pengurus yang baru dapat menjalankan amanah melalui program kerja nyata dan berkelanjutan. Dia juga mendorong organisasi memperkuat sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang bagi organisasi untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi di berbagai wilayah. Termasuk melalui kegiatan yang mendukung masyarakat dan kebudayaan lokal. (*)
Editor: Diaz A Abidin





