Jateng

Perkuat Pendidikan Karakter di Masyarakat, Pribadi Jateng Lantik Tiga DPC Baru

×

Perkuat Pendidikan Karakter di Masyarakat, Pribadi Jateng Lantik Tiga DPC Baru

Sebarkan artikel ini
Pelantikan tiga DPC Pribadi yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Purworejo di Kantor Disbudparekraf Jawa Tengah, Sabtu, 17 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Pelantikan tiga DPC Pribadi yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Purworejo di Kantor Disbudparekraf Jawa Tengah, Sabtu, 17 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Pengembang Kepribadian dan Karakter Indonesia (DPD Pribadi) Jawa Tengah melantik pengurus tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC), yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Purworejo.

Pelantikan tersebut menjadi langkah DPC Pribadi untuk memperluas jangkauan pelayanan pendidikan karakter dan pengembangan kepribadian di tengah masyarakat.

Organisasi sosial yang bersifat nirlaba dan nonpolitik itu berupaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kuat.

Ketua DPD Pribadi Jawa Tengah, Yustina Denik, mengatakan organisasi tersebut hadir dari keprihatinan terhadap tantangan pembentukan karakter. Terutama di kalangan generasi muda, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya global.

“Tujuan kami sesuai dengan visi dan misi, yaitu membentuk karakter berkepribadian yang unggul. Unggul ini tidak hanya di keterampilan ataupun pengetahuan, tetapi juga kuat atau matang di kepribadian atau karakter,” katanya usai pelantikan di Kantor Disbudparekraf Jawa Tengah, Sabtu, 17 Oktober 2026.

BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa

Menurut Denik, pelayanan organisasi tidak terbatas pada lingkungan sekolah dan dunia pendidikan. Organisasi tersebut juga berupaya menjangkau masyarakat luas, termasuk melalui kerja sama dengan organisasi lain, mitra sosial, dan panti asuhan.

Untuk menjalankan misi tersebut, dia menyiapkan sejumlah program pengembangan karakter, seperti pelatihan, seminar, lokakarya, dan sarasehan. Program-program itu dia harapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Denik mengatakan, penguatan karakter generasi muda tidak berarti menolak perkembangan budaya asing. Sebaliknya, masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring pengaruh budaya luar agar dapat mengambil sisi positif dan menghindari dampak negatifnya.

BACA JUGA: Nongkrong Sambil Main Mahjong, Ruang Interaksi dalam Tren di Kota Pelabuhan Semarang