Selain itu, Bank Jateng juga memperkuat peran dalam pembiayaan pembangunan daerah. Hingga 2025, realisasi kredit kepada pemerintah daerah mencapai ratusan miliar rupiah dan targetnya meningkat hingga Rp1 triliun pada 2026. Hal tersebut guna mendukung keberlanjutan proyek infrastruktur dan layanan publik.
Skema pembiayaan tersebut turut terdukung melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Yang mana fokus pada proyek strategis seperti energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan infrastruktur layanan publik lainnya.
Bambang menegaskan, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi Bank Jateng untuk memperkuat peran sebagai lokomotif pembangunan daerah.
“Penurunan TKD adalah tantangan sekaligus peluang. Ini menjadi momentum bagi percepatan transformasi, baik dari sisi digitalisasi maupun pembiayaan, agar pembangunan daerah tetap berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Di akhir acara, pihak Infobank Media Group menyampaikan bahwa penghargaan Regional Champion 2026 untuk institusi yang mampu menjaga kinerja unggul. Sekaligus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan dan kebutuhan pasar.
“Bank Jateng dinilai berhasil menunjukkan kinerja keuangan yang kuat, konsisten dalam inovasi, serta memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Ini menjadi indikator penting bahwa BPD mampu naik kelas dan bersaing di tingkat nasional,” ujar perwakilan Infobank.
BACA JUGA: Dukung UMKM Naik Kelas, Bank Jateng KCK Pati Fasilitasi Pembuatan NIB dan Pembukaan Rekening
Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Bank Jateng sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di era transformasi digital. (*)
Editor: Farah Nazila





