SALATIGA, beritajateng.tv – Aplikasi GoPay terus memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk sektor hiburan. Kali ini, GoPay menggandeng Sam’s Studio untuk menghadirkan kemudahan pembelian tiket bioskop secara digital.
Kolaborasi strategis ini tidak hanya memberikan alternatif praktis bagi masyarakat dalam menikmati film, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan GoPay dalam mendorong inklusi keuangan melalui dompet digital.
Head of Product Marketing GoPay, Rudy Tantyo, mengungkapkan bahwa kerja sama ini membuat pengalaman menonton bioskop menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Pengguna kini dapat langsung mengecek jadwal tayang, memilih film, hingga membeli tiket hanya melalui satu aplikasi.
BACA JUGA: Satya Wacana Tutup Musim IBL Gopay 2025 Harus Akui Kekalahan dari Tamunya Rans Simba di Semarang
Berdasarkan riset internal GoPay, sebanyak 78 persen pengguna baru pertama kali mengenal layanan keuangan digital melalui fitur hiburan, sebelum akhirnya beralih menggunakan layanan keuangan lainnya. Hal ini, menurut Rudy, membuktikan efektivitas sektor hiburan sebagai gerbang utama menuju inklusi keuangan digital.
“Kami berharap kemudahan ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan merasa nyaman menggunakan layanan digital dalam keseharian mereka,” ujar Rudy di Salatiga, Senin, 19 Oktober 2026.
Jembatani Kesenjangan Literasi Keuangan
Lebih lanjut, Rudy menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks literasi keuangan masyarakat perkotaan tercatat di angka 72,54 persen dan perdesaan sebesar 64,42 persen.
Sementara itu, indeks inklusi keuangan masing-masing mencapai 95,47 persen di perkotaan dan 90,39 persen di pedesaan.
“Data ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, baik dalam hal literasi maupun inklusi keuangan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi dengan Sam’s Studio, yang memiliki jaringan bioskop kuat di berbagai daerah, GoPay berupaya menghadirkan layanan digital yang relevan hingga ke wilayah lapis kedua (tier-2 dan tier-3). Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata agar manfaat teknologi dapat ԁirasakan secara merata.





