SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan usulan pembentukan kantor perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jateng.
Ia menilai langkah itu penting agar koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih cepat dan efektif.
Hal itu ia ungkap saat rapat koordinasi bersama Satgas Nasional, Provinsi, serta Kabupaten/Kota terkait percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Jateng siap memfasilitasi kantor bagi BGN. Kami ingin perwakilan pusat hadir di wilayah kami,” tuturnya, Kamis, 28 Agustus 2025.
BACA JUGA: Mulai Awal September 2025, 3.779 Siswa di Tuntang Semarang Bakal Terima MBG
Menurutnya, keberadaan kantor perwakilan BGN mampu memperkuat akselerasi Satgas MBG di daerah. Beberapa kabupaten seperti Jepara, Kudus, dan Demak sudah membentuk Satgas MBG lebih dulu.
Pembentukan Satgas MBG sendiri tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/88 tahun 2025 untuk tingkat provinsi, serta Keputusan Bupati Nomor 445.2.4/118 tahun 2025 untuk kabupaten dan kota.
“Satgas MBG Jawa Tengah terbentuk lebih awal bahkan sebelum ada instruksi Mendagri. Wakil Gubernur bertindak sebagai pelaksana, sedangkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan bertugas sebagai eksekutor,” ungkap Luthfi.
Luthfi juga menyoroti perkembangan Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah yang saat ini berjumlah 877 unit.
BACA JUGA: Dua Pekan Program MBG Berjalan, Begini Kebiasaan Berbeda Sebagian Murid SDN Ungaran 02
Rinciannya mencakup 22 unit SPPG TNI, lima unit SPPG Ponpes, 848 unit SPPG Mitra, serta dua unit SPPG Polri. Jumlah itu menempatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan SPPG terbanyak kedua di Indonesia.
Namun, target ideal SPPG mencapai 3.214 unit. “Masih kurang 2.337 unit yang perlu terbentuk agar layanan merata,” terang mantan Kapolda Jawa Tengah tersebut.
Selain memperkuat infrastruktur, ia menegaskan pentingnya pengawasan program MBG. Menurutnya, Satgas daerah harus dilibatkan penuh, mengingat beberapa waktu lalu pernah terjadi kasus keracunan di Sragen.
“Satgas daerah sebisa mungkin dilibatkan untuk melakukan pengawasan,” tandasnya. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





