Kesehatan

Pertama di Indonesia! Semarang Luncurkan Pharma City, Cari Obat Kini Tinggal Lewat HP

×

Pertama di Indonesia! Semarang Luncurkan Pharma City, Cari Obat Kini Tinggal Lewat HP

Sebarkan artikel ini
Pertama di Indonesia! Semarang Luncurkan Pharma City, Cari Obat Kini Tinggal Lewat HP
Pemerintah Kota Semarang meluncurkan aplikasi Pharma City. (Ellya/beritajateng.tv)

Data yang terkumpul dari aplikasi akan pihaknya analisis untuk mengetahui jenis penyakit yang paling banyak masyarakat derita di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Hasilnya dapat apotek manfaatkan dalam menentukan stok obat yang paling masyarakat butuhkan.

“Kami bisa memetakan kecamatan atau kelurahan yang paling banyak mengalami penyakit tertentu. Dengan begitu, apotek dapat menyesuaikan stok obat agar lebih tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan obat yang justru tidak masyarakat butuhkan,” terang Hakam.

Ia menambahkan, konsep tersebut memberikan keuntungan bagi dua pihak sekaligus. Masyarakat lebih mudah mendapatkan obat, sementara apotek dapat mengelola persediaan secara lebih efisien.

“Konsep yang kami bangun hari ini belum ada di Indonesia. Bahkan setelah kami telusuri, baru kami temukan sistem serupa di Kota Hainan, Tiongkok,” ungkapnya.

Pionir Aplikasi Farmasi di Indonesia

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, menyebut kehadiran Pharma City menjadi terobosan penting dalam transformasi layanan kesehatan.

Selama ini masyarakat hanya bisa memperoleh informasi stok obat dari fasilitas kesehatan pemerintah. Sedangkan stok di apotek swasta sulit diketahui.

“Dengan Pharma City yang mengintegrasikan seluruh apotek di Kota Semarang. Masyarakat cukup membuka aplikasi untuk mengetahui obat yang mereka butuhkan tersedia di apotek mana. Mereka tidak perlu lagi berkeliling dari satu apotek ke apotek lain,” kata Handi.

Menurutnya, sistem tersebut juga membantu pelaku usaha farmasi dalam menyusun strategi pengadaan obat berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Handi mengungkapkan, inovasi ini mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan karena menjadi yang pertama diterapkan di Indonesia.

“Menurut Direktur dari Kementerian Kesehatan, Pharma City merupakan yang pertama di Indonesia. Dari 540 kabupaten/kota dan 38 provinsi, Kota Semarang menjadi pionir. Inovasi ini akan dilaporkan kepada Menteri Kesehatan agar dapat di replikasi oleh daerah lain. Jadi benar-benar dari Semarang untuk Indonesia,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp