Kuliner

Pertama di Jawa Tengah, Gerai CHAGEE Bawa Konsep Kebuh Teh ke Dalam Mal 23 Semarang

×

Pertama di Jawa Tengah, Gerai CHAGEE Bawa Konsep Kebuh Teh ke Dalam Mal 23 Semarang

Sebarkan artikel ini
CHAGEE Semarang
Perkenalan minuman signature CHAGEE di gerai 23 Mall Semarang, Kota Semarang, Jumat, 23 Oktober 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Angelyn mengatakan, teh memiliki beragam jenis dan karakter, namun belum semua orang mengenal perbedaan tersebut secara mendalam.

Salah satu varian yang banyak ԁiminati, menurut Angelyn, adalah BO-YA Jasmine Green Milk Tea, yang memadukan teh hijau dengan aroma melati. Sementara itu, konsumen yang menyukai rasa teh lebih kuat dapat mencoba Da Hong Pao Milk Tea.

Ada pula pilihan bagi konsumen yang menyukai rasa manis atau segar, seperti Signature Matcha dalam varian Matcha Latte dan Lime Cheese Matcha Latte. Untuk inovasi menu edisi terbatas, CHAGEE menghadirkan Earl Grey Milk Tea dengan Coco Cloud.

Bagi Angelyn, variasi tersebut bukan semata-mata soal menghadirkan banyak pilihan minuman. Ia ingin menjaga kualitas dan konsistensi rasa, termasuk antara gerai di Indonesia dan di negara lain. Angelyn pun memastikan konsistensi rasa teh di Indonesia dan luar negeri tak berbeda.

“Kami ingin memastikan bahwa CHAGEE yang ԁinikmati di luar negeri maupun di Indonesia memiliki kualitas, proses, dan konsistensi rasa yang sama. Itulah yang kami tawarkan,” imbuh Angelyn.

Ia menjelaskan, jenis daun teh yang ԁigunakan bermacam-macam. Teh Oolong, misalnya, bersumber dari beberapa negara dengan Tiongkok sebagai salah satu sumber utamanya. Sementara itu, CHAGEE turut bekerja sama dengan pemasok lokal untuk bahan-bahan lainnya.

BACA JUGA: Bukan Sekadar Mall, 23 Semarang Jadi Lifestyle Sanctuary Baru di Jawa Tengah

CHAGEE optimis bersaing dengan pasar kopi yang kian masif di Kota Semarang

Kehadiran beragam gerai minuman di Semarang membuat teh dan kopi sama-sama memiliki ruang untuk berkembang. Namun, Angelyn mengaku tidak melihat keduanya sebagai sesuatu yang harus bersaing.

Menurutnya, kopi telah berkembang menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Sementara itu, teh sebenarnya sudah akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama, termasuk sebagai minuman yang biasa ԁisajikan bersama makanan.

“Sebetulnya kita enggak melihatnya [teh dan kopi] sebagai persaingan, ya, tetapi justru variasi,” tutur Angelyn.