Jateng

Pertama Kali Meriahkan Imlek di Sam Poo Kong, Konjen Tiongkok Bagi-Bagi Boneka Panda dan Tulis Kuplet untuk Warga

×

Pertama Kali Meriahkan Imlek di Sam Poo Kong, Konjen Tiongkok Bagi-Bagi Boneka Panda dan Tulis Kuplet untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Sam Poo Kong Konjen
Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Ye Su, saat menulis kuplet imlek dalam Festival Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang, Minggu, 15 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Saat menanggapi alasan Konjen RRT memilih Kota Semarang, Ye Su menyebut faktor sejarah dan banyaknya warga Tiongkok menjadi pertimbangannya. Ia turut menyinggung penjelajah kuno asal Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, yang berulang kali mengunjungi Semarang.

“Jumlah penduduk Tionghoa banyak di sini itu salah satu unsur saja. Yang lainnya. Semarang dalam sejarah sudah berulang kali disinggahi oleh Laksamana Cheng Ho waktu beliau berlayar ke Asia Tenggara. Jadi mulai dari itu hubungan bilateral atau pergaulan kedua negara sudah mulai,” jelasnya.

Selain menyebarkan kebudayaan Tiongkok, pihaknya juga berencana mengunjungi sekolah tiga bahasa serta komunitas Tionghoa di Semarang.

Pihak Sam Poo Kong Dorong Konjen RRT Meriahkan Imlek Tiap Tahun

Sementara itu, Ketua Yayasan Sam Poo Kong Mulyadi Setia Kusuma, menyebut kehadiran Konjen RRT merupakan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan pihaknya.

“Pada waktu ada kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang, beliau [Konsul Jenderal RRT Surabaya] hadir, kemudian saya minta tolong bagaimana kalau jangan hanya pengusahanya saja yang datang tapi juga dari pemerintahnya aktif berbagi dengan warga yang ada di Semarang,” ujar Mulyadi.

Ia mengapresiasi respons positif dari pihak Konjen RRT yang datang membawa banyak souvenir untuk dibagikan kepada warga.

“Mereka datang hari ini dengan membawa banyak souvenir untuk warga Kota Semarang,” katanya.

BACA JUGA: Video Klenteng Sam Poo Kong Semarang Sajikan Banyak Acara Imlek

Mulyadi menjelaskan, selain kuis berhadiah, Konsul Jenderal juga menulis nama-nama Tionghoa serta karakter keberuntungan dan membagikannya secara cuma-cuma.

“Yang menulis adalah seorang Konsulat Jenderal sendiri, wakil dari duta besar. Itu diberikan secara cuma-cuma dan gratis, kemudian ada souvenir-souvenir, cuma ada game-nya harus jawab pertanyaan dulu,” ujarnya.

Ke depan, Mulyadi berharap kerja sama dengan Konjen RRT dapat berlanjut, bahkan melibatkan perusahaan-perusahaan Tiongkok di kawasan industri Kendal dan Batang melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).