SEMARANG, beritajateng.tv – Ambisi Laskar Mahesa Jenar untuk segera Keluar Zona Degradasi menemui jalan terjal setelah hanya mampu bermain imbang melawan Persela Lamongan. Laga yang berlangsung di kandang sendiri tersebut berakhir dengan skor 1-1.
Hasil satu poin ini belum cukup membawa PSIS beranjak dari papan bawah klasemen sementara. Situasi ini membuat persaingan mengejar peringkat kedelapan yang saat ini dihuni Persiba Balikpapan menjadi semakin sulit dan penuh tekanan.
Persela Lamongan memberikan kejutan pahit pada babak pertama melalui gol yang Hambali cetak. Gol tersebut sempat meruntuhkan skema permainan tuan rumah yang tampil kurang tenang sejak awal laga.
Meski tertinggal, PSIS terus mencoba menekan, terutama setelah pemain Persela menerima kartu merah yang memaksa mereka bermain dengan sepuluh orang. Keunggulan jumlah pemain ini menjadi modal utama PSIS untuk mengurung pertahanan lawan di sepanjang babak kedua.
BACA JUGA : Derby Ngapak di Puncak! Inilah Jadwal Lengkap Final Liga 4 Jateng Antara Persibangga vs Persak
Drama Gol Anulir dan Penyelamat di Injury Time
Momen dramatis sempat tercipta saat Otavio Dutra berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Namun, wasit segera menganulir gol tersebut karena posisi Dutra telah terjebak offside terlebih dahulu.
Kegagalan gol ini sempat membuat frustrasi lini depan PSIS yang terus memburu gol demi menjaga asa Keluar Zona Degradasi. Persela yang bermain bertahan total benar-benar membuat lini serang Laskar Mahesa Jenar bekerja ekstra keras.
Keajaiban baru hadir di masa tambahan waktu (injury time) melalui situasi kemelut di depan gawang. Rafael Rodriguez berhasil memanfaatkan bola liar untuk mencetak gol penyeimbang yang menyelamatkan PSIS dari kekalahan. Meski terhindar dari hasil negatif, hasil imbang ini terasa belum cukup karena PSIS gagal memaksimalkan status tuan rumah untuk meraup poin penuh.
BACA JUGA : PSIR Rembang Diskualifikasi liga 4 Jateng dan Sanksi Seumur Hidup





