SEMARANG, beritajateng.tv – Tepat pada hari ini Kamis September 2026, Ditjen Hubud Kementerian Perhubungan menerima sebuah laporan insiden mengejutkan dari pesawat Garuda Indonesia.
Laporan insiden yang terjadi pada pesawat Garuda Indonesia GA604 dengan registrasi PK-GFS kini mengalami pecah ban secara mendadak.
Dalam penjelasannya, Lukman F. Laisa selaku Dirjen Hubud menyampaikan bahwa ia menerima laporan pada pukul 05.52 WIB.
Usai dari itu, tepat pada pukul 06.04 WIB kini PIC melakukan koordinasi dan memutuskan untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk terjadi, tentu berbagai pihak menyiapkan beberapa langkah penanganan pada saat pendaratan.
Beruntungnya, pesawat Garuda Indonesia GA604 tersebut mendarat dengan selamat di landas pacu 03 tepat pada pukul 09.13 WITA. Meski sedikit menegangkan, namun dalam insiden ini tidak ada korban dan semuanya selamat.
Pesawat Garuda Indonesia
Kurang lebih ada 141 penumpang dan 8 awak pesawat yang kini langsung mendapat penanganan atas insiden tersebut memastikan keselamatan dan keamanan setiap orang.
Setelah melakukan pendaratan, runway kini berhenti beroperasi sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Langkah tersebut untuk memastikan keselamatan operasi penanganan yang sedang berlangsung terhadap pesawat tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah berlangsung, kini terdapat indikasi adanya pecah ban pada main wheel nomor 3.
Dari kejadian ini tentu mengajarkan kita untuk tidak langsung panik apabila terjadi insiden terlebih lagi saat sedang dalam perjalanan.
BACA JUGA: Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Harga Minyak hingga Tiket Pesawat Berpotensi Naik
Tugas kita sebagai penumpang saat terjadi demikian yakni pastikan sabuk pengaman sudah terpasang dengan benar. Jangan lupa pula untuk memperhatikan intruksi dari awal kabin karena dalam situasi tersebut tentu tidak ada yang menginginkan hal buruk terjadi.
Sebagai bentuk antisipasi, pastikan juga tubuh dalam posisi aman dan terhindar dari berbagai benda tajam yang ada di sekitar.
Langkah tersebut secara tidak langsung mencegah tubuh untuk terluka parah apabila terjadi kecelakaan secara tiba-tiba. Tips terakhir yakni saat tengah melakukan evakuasi darurat, lupakan barang bawaan karena itu akan membuat proses evakusi terhambat. (*)





