Jateng

Festival Balon Udara Pekalongan di Jalur Pesawat Tersibuk, AirNav Ingatkan Risiko Keselamatan Penerbangan

×

Festival Balon Udara Pekalongan di Jalur Pesawat Tersibuk, AirNav Ingatkan Risiko Keselamatan Penerbangan

Sebarkan artikel ini
Festival Balon Udara Pekalongan
Suasana Pekalongan Balloon Festival di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, Sabtu, 28 Maret 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

PEKALONGAN, beritajateng.tv – Festival balon udara yang menjadi tradisi tahunan di Kota Pekalongan mendapat sorotan dari AirNav Indonesia karena digelar di salah satu jalur penerbangan paling padat di Tanah Air.

Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Kapten Nur Cahyo Utomo, mengungkapkan wilayah udara Pekalongan dilalui jalur penerbangan W45 atau Whiskey Four Five yang memiliki lalu lintas pesawat sangat tinggi.

“Jalur ini menjadi lintasan utama pesawat dari barat ke timur Indonesia,” kata Nur pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia menjelaskan, rute tersebut dilintasi berbagai penerbangan menuju kota-kota besar seperti Semarang, Surabaya, Bali, Makassar hingga Papua.

BACA JUGA: Festival Balon Udara Wonosobo di 23 Titik, Ini Daftar Lokasi dan Jadwalnya Periode Lebaran 2026

Dengan kondisi itu, aktivitas di udara, termasuk penerbangan balon, memiliki dampak langsung terhadap keselamatan penerbangan. “Ini jalur paling padat di Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, tradisi festival balon tetap dapat berlangsung dengan penyesuaian terhadap standar keselamatan. Upaya ini untuk meminimalkan potensi gangguan, khususnya dari balon udara liar.

Nur menyebutkan, jumlah laporan pilot terkait balon udara mengalami penurunan signifikan daripada tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya, tercatat 51 laporan pilot terkait balon udara. Pada 2026, jumlah tersebut turun menjadi 21 laporan hingga 25 Maret. Bahkan, dalam dua hari terakhir sebelum puncak festival, tidak ada laporan baru,” jelasnya.

AirNav Tak Larang Festival Balon Udara di Wonosobo dan Pekalongan

Sebelumnya, AirNav Indonesia Cabang Semarang memastikan tidak akan melarang penyelenggaraan festival balon udara di Kabupaten Wonosobo dan Pekalongan, Jawa Tengah. Namun, pelaksanaan tradisi tersebut harus tetap mengacu pada standar keselamatan penerbangan.

General Manager AirNav Cabang Semarang, Rita Nurharyanti, mengatakan pihaknya menghormati tradisi masyarakat, tetapi mengingatkan agar tidak menerbangkan balon secara bebas tanpa pengawasan.

“Kami juga melakukan edukasi tiada hentinya, bagaimana masyarakat menerbangkan balon sesuai dengan keselamatan penerbangan dan standar yang berlaku. Sehingga bisa memitigasi potensi-potensi balon liar dan tidak membahayakan keselamatan penerbangan,” ujar Rita.