SEMARANG, beritajateng.tv – Pameran seni “Pesona Jagat Rupa” hadir dengan pendekatan berbeda. Bukan sekadar memajang lukisan di dinding, tetapi menghadirkan perjalanan emosional tentang bagaimana seni tumbuh dari hal sederhana hingga menjadi jembatan antara seniman, publik, dan kepedulian sosial.
Founder Jagat Rupa Nusantara, Natalie Suhendrik, menyebut bahwa pameran ini berangkat dari kisah personal yang sangat dekat dengan keseharian.
“Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar pembukaan pameran, tetapi sebuah perjalanan. Semua berawal dari hal sederhana, dari seorang anak kecil yang suka bermain warna,” ungkapnya saat pembukaan pameran di Grand Candi Hotel Semarang pada Selasa, 21 April 2026.
Ia menceritakan, dari sang anak yang gemar melukis, Natalie kemudian bertemu dengan banyak seniman dan mulai memahami bahwa seni bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga tentang rasa, cerita, dan perjalanan hidup.
BACA JUGA: Siswa SMK Muhammadiyah 1 Semarang Lestarikan Budaya Lewat Pagelaran Seni Nusantara
Dari sanalah lahir Jagat Rupa Nusantara, sebuah wadah yang bertujuan memperluas akses seni agar tidak hanya dinikmati kalangan tertentu, tetapi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Melalui Pesona Jagat Rupa, kami ingin menghadirkan seni yang lebih dekat, lebih hidup, dan lebih bermakna. Bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dirasakan,” tambah Natalie.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, juga ada charity auction atau lelang karya seni. Hasil lelang nantinya akan didedikasikan untuk membantu pembangunan pasca bencana di wilayah Maluku Utara dan akan disalurkan melalui Badan Zakat Nasional (Baznas).
“Kami percaya bahwa seni memiliki kekuatan, bukan hanya untuk menginspirasi, tetapi juga untuk memberi harapan,” ujar Natalie.
Seni Menyatu dengan Ruang Publik
Pameran ini menampilkan puluhan karya lukisan beraliran realis yang tersebar di berbagai sudut area hotel, mulai dari lobi hingga restoran. Penataan ini menciptakan pengalaman berbeda, di mana pengunjung dapat menikmati seni secara lebih natural dalam aktivitas sehari-hari.
Karya-karya tersebut merupakan hasil kreativitas sekitar 30 seniman asal Jawa Tengah, termasuk nama-nama seperti Kok Poo, Ping Jiang, Tulono, Totok Tri, hingga B. Suteja. Jenis karya yang di pamerkan juga terdiri dari beragam jenis lukisan dari dekoratif, realis, hiperrealis, abstrak, palet, dan impres.
Selama periode pameran dari 21 April-24 Mei 2026, publik dapat mengakses dan menikmati seluruh karya yang dipamerkan. Tidak berhenti pada pameran, Pesona Jagat Rupa juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif sebagai jembatan antara seni dan masyarakat.
Workshop melukis syal akan berlangsung pada 26 April 2026, workshop melukis keramik pada 10 Mei 2026, serta lomba mewarnai untuk anak-anak pada 24 Mei 2026. Selain itu, sketch corner hadir setiap akhir pekan di area lobi, selama pameran seni berlangsung.
BACA JUGA: Komite Seni Budaya Nusantara Puji Pentas Wayang Kulit Ketua DPRD Jateng Sumanto
General Manager Grand Candi Hotel, Julia SKB, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan ruang hidup bagi seni di lingkungan hotel.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati seni, tetapi juga ikut merasakan proses kreatif itu sendiri,” jelasnya.
Menurutnya, hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga bisa menjadi ruang terbuka bagi kreativitas untuk tumbuh dan berkembang.
“Setiap sudut menghadirkan cerita, setiap karya membawa jiwa, dan setiap warna menjadi bahasa yang menyatukan kita semua,” ujar Julia.
Melalui Pesona Jagat Rupa, seni tidak lagi berdiri di ruang eksklusif, melainkan hadir lebih dekat hidup di tengah masyarakat, menyatu dengan ruang, sekaligus memberi dampak nyata bagi sesama. (*)
Editor: Farah Nazila





