BACA JUGA: Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Jateng, BEM Undip Tuntut Evaluasi MBG-Hak Petani
Nur Ikhwan menilai tradisi Susuk Wangan dan Dawuhan tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, silaturahmi, dan gotong royong di kalangan petani.
“Tradisi ini menjadi kearifan lokal masyarakat Kauman Kidul yang menggambarkan kuatnya persatuan dan kebersamaan warga dalam menjaga pertanian serta sumber kehidupan mereka,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





