Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, menegaskan Pemkab Semarang berkomitmen mengubah pandangan masyarakat terhadap profesi petani yang kini semakin modern dan berbasis teknologi.
BACA JUGA: Sumanto Ajak Warga Desa Paseban Kembangkan Potensi Pertanian dan Pariwisata
Menurutnya, sektor pertanian saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan yang mengandalkan tenaga fisik semata, tetapi telah memanfaatkan inovasi dan teknologi.
Sekolah Tani Milenial juga mencakup berbagai bidang. Mulai dari tanaman pangan, hortikultura seperti cabai dan bunga, hingga peternakan serta pengembangan keterampilan usaha.
“Termasuk mendorong secara bertahap dari pertanian menggunakan pupuk kimia menuju pertanian organik sekaligus untuk mengembalikan kesuburan lahan pertanian,” ujar Ngesti.
Salah satu peserta, Muhamad Khoirul Sobirin (26) asal Kecamatan Jambu, mengaku mengikuti program tersebut untuk memperluas pengetahuan dalam mengembangkan usaha pertanian.
Selama ini ia telah menekuni usaha perkebunan dan pengolahan biji kopi. Ke depan, ia ingin mengembangkan pertanian hortikultura sekaligus mengajak lebih banyak generasi muda terjun ke sektor pertanian.
“Tujuan saya juga ingin membantu menularkan ilmu kepada kaum milenial dan anak-anak muda agar mau terjun di sektor pertanian,” katanya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





