Jateng

Bentuk Kepengurusan APTRI Baru, Ketua Ingin PT GMM Kembali Seperti Pendirinya

×

Bentuk Kepengurusan APTRI Baru, Ketua Ingin PT GMM Kembali Seperti Pendirinya

Sebarkan artikel ini
petani tebu
Sunyoto, Ketua APTRI Blora 2024 saat menggelar Press release dengan sejumlah media. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

Sebelumnya, PT Gendhis Multi Manis juga menggelar Rembuk Gayeng dan halal bihalal bareng petani tebu dan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora di pendopo GMM.

Kegiatan itu untuk menyampaikan komitmen GMM dalam menyerap tebu di musim giling 2024 dan memastikan mesin-mesin pabrik siap sepenuhnya.

Tanggapan PT GMM terhadap tuntutan para petani tebu Blora

Krisna Murtiyanto selaku Direktur Operasional PT GMM membenarkan bahwa saat ini PT Gendhis Multi Manis menerima tebu Blora dengan harga Rp. 670/kg atau Rp. 67.000 per kuintal.

Selain itu, PT GMM menerima tebu dari luar dengan harga Rp. 690/kg atau Rp.69.000 per kuintal dengan selisih ongkos angkut Rp. 2000 per kuintal dari luar Blora (Pati, Rembang, Grobogan, Sragen) ke PG Blora.

Krisna menjelaskan harga tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jendral Perkebunan No.B-046/KB.110/05/2024 perihal penerapan sistem pembelian tebu. Dalam surat tersebut, untuk wilayah Jawa harga Rp. 690.000/Ton atau Rp. 69.000 per kuintal dengan ketentuan jika rendemen lebih tinggi atau kurang dari 7% maka harga tebu akan ada penyesuaian secara proporsional.

Selain mengacu pada surat tersebut, PT GMM selaku anak perusahaan dari Perum BULOG juga mendapat arahan dari Badan Pangan Nasional melalui surat Nomor 346/TS.02.02/B/5/2024 perihal Relaksasi Harga Gula Konsumsi di Tingkat Produsen. Dalam surat tersebut ada relaksasi Harga Acuan Pembelian (HAP) di Produsen Komoditas Gula sebesar Rp.14.500/kg berlaku 03 Mei 2024 sampai dengan 31 Oktober 2024 dan/atau hingga berakhirnya musim giling.

Planning PT GMM

PT GMM berkomitmen akan menyesuaikan harga beli tebu (menaikan secara berkala) dengan melihat rendemen tebu untuk mendapatkan pasokan tebu yang tercukupi.

Hal ini harus memperhatikan HPP gula agar tidak melanggar HAP Gula yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.

“Saat ini PG lain belum buka giling. Sedangkan PT GMM sudah buka untuk kegiatan giling. Kami punya skema kenaikan harga tebu berkala untuk musim giling tahun ini,” ungkap Krisna Murtiyanto.